Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hasil Uji Lab Balai POM Jember: 25 Sampel Takjil di Alun-Alun Bebas Boraks dan Formalin, Aman Dikonsumsi!

Sidkin • Selasa, 3 Maret 2026 | 05:00 WIB

DIUJI: Petugas Balai POM Jember menguji Jember sampel takjil Ramadan di Alun-Alun Jember.
DIUJI: Petugas Balai POM Jember menguji Jember sampel takjil Ramadan di Alun-Alun Jember.

Radar Jember - Menjelang waktu berbuka puasa, deretan penjual takjil di pusat Kota Jember selalu dipadati pembeli.

Di tengah tingginya permintaan itu, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Jember turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Pengawasan dilakukan melalui intensifikasi uji cepat menggunakan Mobil Laboratorium Keliling, pekan lalu.

Tim menyasar sejumlah lokasi keramaian, seperti Alun-Alun Jember, Jalan Kartini, dan Jalan Sultan Agung.

Dari lokasi tersebut, petugas mengambil 25 sampel takjil. Mulai dari es cendol, cilok, bakso, siomay, hingga aneka jajanan berwarna mencolok yang rawan dicurigai mengandung bahan berbahaya.

Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, mengatakan, seluruh sampel itu diuji langsung di tempat.

Ini untuk mendeteksi kemungkinan cemaran bahan kimia berbahaya. Seperti rhodamin B, methanil yellow, boraks, dan formalin.

Temuan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang berburu takjil.

“Dari 25 sampel yang kami uji, semuanya aman dan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya,” ujar Beny.

Meski hasilnya aman, pengawasan tidak berhenti pada uji laboratorium. Petugas juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang.

Mulai dari cara produksi pangan yang baik, penggunaan bahan baku yang aman, serta pentingnya menjaga kebersihan saat pengolahan dan penyajian.

Dia menjelaskan, langkah ini dinilai penting agar keamanan pangan tidak hanya saat disidak, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.

Edukasi juga diberikan kepada masyarakat yang berbelanja. Pengunjung diimbau menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan.

Dengan cara itu, konsumen diharapkan lebih cermat dan tidak mudah tergiur tampilan semata.

Benny menegaskan, pengawasan takjil akan terus dilakukan secara berkala sepanjang Ramadan, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan lintas sektor.

Ia juga mengajak masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya.

“Kami ingin memastikan pangan yang beredar selama Ramadan benar-benar aman. Jika ada yang mencurigakan, silakan laporkan melalui kanal resmi BPOM,” tegasnya. (kin/dwi)

BAHAN KIMIA BERBAHAYA PADA MAKANAN

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Jember melakukan pengujian lab makanan takjil.

Terdapat empat bahan kimia berbahaya yang menjadi perhatian, rhodamin B, methanil yellow, boraks, dan formalin. Lantas apa itu?

RHODAMIN B

Rhodamin B adalah zat pewarna sintetis untuk industri tekstil dan kertas, bukan untuk makanan.

Bahaya Jika Dikonsumsi:

Ciri Makanan Mengandung Rhodamin B:

 

METHANIL YELLOW

Methanil Yellow adalah pewarna sintetis untuk tekstil, kertas, dan cat, bukan untuk pangan.

Bahaya Jika Dikonsumsi:

 Ciri Makanan Mengandung Methanil Yellow:

 Baca Juga: Update Banjir Jember: Desa Glundengan Terendam Cukup Parah

BORAKS

Boraks adalah bahan kimia untuk deterjen, antiseptik, dan pengawet kayu. Dilarang digunakan sebagai bahan tambahan makanan.

Bahaya Jika Dikonsumsi:

Ciri Makanan Mengandung Boraks:

 

 FORMALIN

Formalin adalah larutan formaldehida yang biasa digunakan untuk pengawet mayat dan bahan industri, bukan untuk makanan.

Bahaya Jika Dikonsumsi:

Ciri Makanan Mengandung Formalin:

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Ramadan #Jember #Waktu Berbuka Puasa #takjil