Radar Jember - Menjelang waktu berbuka puasa, deretan penjual takjil di pusat Kota Jember selalu dipadati pembeli.
Di tengah tingginya permintaan itu, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Jember turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Pengawasan dilakukan melalui intensifikasi uji cepat menggunakan Mobil Laboratorium Keliling, pekan lalu.
Tim menyasar sejumlah lokasi keramaian, seperti Alun-Alun Jember, Jalan Kartini, dan Jalan Sultan Agung.
Dari lokasi tersebut, petugas mengambil 25 sampel takjil. Mulai dari es cendol, cilok, bakso, siomay, hingga aneka jajanan berwarna mencolok yang rawan dicurigai mengandung bahan berbahaya.
Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, mengatakan, seluruh sampel itu diuji langsung di tempat.
Ini untuk mendeteksi kemungkinan cemaran bahan kimia berbahaya. Seperti rhodamin B, methanil yellow, boraks, dan formalin.
Temuan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang berburu takjil.
“Dari 25 sampel yang kami uji, semuanya aman dan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya,” ujar Beny.
Meski hasilnya aman, pengawasan tidak berhenti pada uji laboratorium. Petugas juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang.
Mulai dari cara produksi pangan yang baik, penggunaan bahan baku yang aman, serta pentingnya menjaga kebersihan saat pengolahan dan penyajian.
Dia menjelaskan, langkah ini dinilai penting agar keamanan pangan tidak hanya saat disidak, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Edukasi juga diberikan kepada masyarakat yang berbelanja. Pengunjung diimbau menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan.
Dengan cara itu, konsumen diharapkan lebih cermat dan tidak mudah tergiur tampilan semata.
Benny menegaskan, pengawasan takjil akan terus dilakukan secara berkala sepanjang Ramadan, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan lintas sektor.
Ia juga mengajak masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya.
“Kami ingin memastikan pangan yang beredar selama Ramadan benar-benar aman. Jika ada yang mencurigakan, silakan laporkan melalui kanal resmi BPOM,” tegasnya. (kin/dwi)
BAHAN KIMIA BERBAHAYA PADA MAKANAN
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Jember melakukan pengujian lab makanan takjil.
Terdapat empat bahan kimia berbahaya yang menjadi perhatian, rhodamin B, methanil yellow, boraks, dan formalin. Lantas apa itu?
RHODAMIN B
Rhodamin B adalah zat pewarna sintetis untuk industri tekstil dan kertas, bukan untuk makanan.
Bahaya Jika Dikonsumsi:
- Iritasi saluran pencernaan
- Kerusakan hati
- Gangguan fungsi ginjal
- Berpotensi memicu kanker (karsinogenik)
Ciri Makanan Mengandung Rhodamin B:
- Warna merah muda/fuchsia sangat mencolok
- Warna tidak alami dan terlalu terang
- Jika dipegang meninggalkan noda warna kuat
- Umumnya ditemukan pada kerupuk, terasi, atau jajanan berwarna merah mencolok
METHANIL YELLOW
Methanil Yellow adalah pewarna sintetis untuk tekstil, kertas, dan cat, bukan untuk pangan.
Bahaya Jika Dikonsumsi:
- Mual dan muntah
- Gangguan saraf
- Kerusakan hati
- Diduga bersifat karsinogenik
Ciri Makanan Mengandung Methanil Yellow:
- Warna kuning sangat terang dan mencolok
- Warna tidak wajar pada makanan
- Banyak ditemukan pada kerupuk, mie, atau jajanan kuning mencolok
Baca Juga: Update Banjir Jember: Desa Glundengan Terendam Cukup Parah
BORAKS
Boraks adalah bahan kimia untuk deterjen, antiseptik, dan pengawet kayu. Dilarang digunakan sebagai bahan tambahan makanan.
Bahaya Jika Dikonsumsi:
- Mual, muntah, diare
- Gangguan ginjal
- Kerusakan organ dalam
Ciri Makanan Mengandung Boraks:
- Tekstur sangat kenyal dan tidak mudah hancur
- Bakso atau mie terasa terlalu keras
- Tidak mudah basi
- Tidak lengket dan lebih mengkilap
FORMALIN
Formalin adalah larutan formaldehida yang biasa digunakan untuk pengawet mayat dan bahan industri, bukan untuk makanan.
Bahaya Jika Dikonsumsi:
- Iritasi lambung
- Muntah dan diare
- Kerusakan hati dan ginjal
- Risiko kanker jika terpapar jangka panjang
Ciri Makanan Mengandung Formalin:
- Tidak mudah busuk meski disimpan lama
- Tekstur sangat keras/kenyal
- Bau menyengat khas bahan kimia
- Umumnya ditemukan pada ikan, tahu, mie basah
Editor : Imron Hidayatullahh