Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hadapi Panen Raya Jember, Bulog Tambah Mitra Makloon dan Perkuat Kapasitas Dryer Gabah!

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:00 WIB

SATUKAN VISI: Pertemuan Bulog Jember dengan 15 mitra makloon di Kantor Bulog, Rabu (25/2). Ini untuk mempersiapkan panen raya padi Maret hingga Mei mendatang.
SATUKAN VISI: Pertemuan Bulog Jember dengan 15 mitra makloon di Kantor Bulog, Rabu (25/2). Ini untuk mempersiapkan panen raya padi Maret hingga Mei mendatang.

Radar Jember - Menjelang panen raya padi yang diperkirakan berlangsung pada Maret hingga Mei mendatang, kebutuhan fasilitas pengering gabah di Jember dipastikan meningkat.

Produksi gabah kering panen (GKP) yang melonjak saat musim panen menuntut kesiapan sarana pascapanen agar kualitas tetap terjaga.

Untuk mengantisipasi hal itu, kapasitas pengeringan diperkuat melalui penambahan mitra makloon.

Persiapan tersebut tidak hanya sebatas penambahan jumlah mitra.

Bulog pun mengundang para mitra makloon ke kantor Bulog Cabang Jember untuk duduk bersama membahas kesiapan menghadapi lonjakan panen, Rabu (25/2).

Dalam pertemuan yang dihadiri 15 mitra itu, Kepala Bulog Cabang Jember M Ade Saputra memimpin langsung jalannya diskusi, sementara Kepala Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu mengikuti secara daring.

Bulog Cabang Jember sebelumnya telah bekerja sama dengan 13 mitra makloon pengering gabah. Kini jumlah itu bertambah menjadi 15 mitra untuk memperbesar kapasitas.

Dengan 13 mitra saja, kapasitas pengeringan sudah mencapai sekitar 1.600 ton. Setelah bertambah mitra, kapasitas juga makin lebih besar.

Tambahan dua mitra tersebut diharapkan mampu menopang lonjakan kebutuhan saat panen mencapai puncaknya.

Kepala Bulog Cabang Jember M Ade Saputra menjelaskan, keterbatasan fasilitas internal menjadi alasan utama penambahan mitra.

Penguatan kemitraan ini dinilai penting agar proses penyerapan gabah berjalan lancar dan mutu tetap terjaga.

“Ini menjadi bagian dari strategi kami agar penyerapan gabah saat panen raya bisa maksimal,” ujarnya.

Selain memperbesar kapasitas, pertemuan tersebut juga membahas tata kelola teknis penerimaan gabah dan beras hasil giling agar berjalan efektif dan sesuai ketentuan.

Dukungan fasilitas seperti dryer dan pengolahan gabah dinilai sangat menentukan kualitas beras yang dihasilkan.

“Kami membahas skema dan tata kelola mitra makloon secara teknis, termasuk mekanisme penerimaan gabah dan beras agar berjalan efektif dan sesuai aturan,” jelas Ade.

Sementara itu, Kepala Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu mengapresiasi langkah proaktif Bulog Jember dalam memperkuat sinergi dengan para rekanan.

Ia menilai kolaborasi yang solid menjadi bagian penting dalam mendukung swasembada pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras selama musim panen raya.

“Kami mengapresiasi upaya Bulog Jember yang terus melakukan rekonsiliasi bersama mitra. Sinergi ini penting untuk memastikan penyerapan gabah petani lokal berjalan optimal dan sesuai aturan yang berlaku,” katanya. (kin/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #gabah kering panen #GKP #Bulog Jember #bulog