GARAHAN, Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di jalur nasional Jember–Banyuwangi diminta lebih waspada dan berhati-hati.
Pasalnya, perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 30 di Desa Garahan, Kecamatan Silo, terdapat titik kerusakan.
Purwanto, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, mengatakan kerusakan tersebut membuat kendaraan besar dari arah Jember harus mengambil haluan ke kanan untuk menghindari bagian jalan yang rusak.
“Kalau truk bermuatan berat dari arah Jember harus ambil kanan. Kalau lurus bisa terguling,” ujarnya.
Menurutnya, perlintasan tersebut sebenarnya sudah diperbaiki dengan pengaspalan pada Juli 2025.
Namun, kerusakan kembali terjadi dan kini kondisinya semakin membahayakan pengguna jalan.
Pengendara dari arah Jember terpaksa memperlambat laju kendaraan dan mengambil jalur kanan agar tidak terperosok di bagian yang rusak.
Sementara pengendara sepeda motor biasanya menurunkan kaki saat melintas untuk menjaga keseimbangan. “Kalau yang sudah hafal dan sering lewat, biasanya kakinya turun supaya tidak jatuh,” tambahnya.
Purwanto mengusulkan agar perlintasan dipasang plat besi seperti di sejumlah daerah lain agar lebih awet dan tidak mudah rusak.
Ia mencontohkan perlintasan di wilayah Arjasa dan Probolinggo yang dinilai lebih kuat karena menggunakan pelat rel tambahan.
Pantauan di lokasi, sopir truk dari arah Jember terlihat memperlambat kendaraan bahkan langsung mengambil jalur kanan sebelum melintasi rel.
Beberapa truk sempat terjebak di bagian aspal yang ambles hingga posisi kendaraan miring.
Sementara kendaraan dari arah Banyuwangi menuju Jember relatif lebih aman karena kerusakan berada di sisi timur jalan. Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum menimbulkan korban kecelakaan. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi