Radar Jember – Gerak lincah barongsai memecah suasana di peron Stasiun Jember, kemarin pagi (17/2).
Denting musiknya berpadu dengan pengumuman keberangkatan kereta.
Sejenak, para penumpang yang hendak berangkat maupun baru tiba menahan langkah, mengabadikan momen, lalu tersenyum sebelum kembali ke perjalanan masing-masing.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 atau 2026 di wilayah PT KAI Daop 9 Jember memang terasa berbeda.
Tak sekadar seremoni, kemeriahan ini menyapa dan menghibur langsung para pelanggan kereta api di Stasiun Jember.
Vice President KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pengguna jasa kereta api.
Ini sekaligus memeriahkan perayaan Imlek tahun 2026. Atraksi ini diselenggarakan di dua stasiun di Daop 9 Jember, yakni Stasiun Jember dan Stasiun Banyuwangi Kota.
Di sela atraksi, petugas juga membagikan souvenir berupa mug serta kudapan seperti snack dimsum dan minuman kepada penumpang KA Logawa relasi Ketapang-Purwokerto.
Baik yang berangkat maupun yang baru turun, semuanya kebagian.
“Kurang lebih kami bagikan 300 paket. Seluruh penumpang mendapatkan kudapan,” katanya.
Momen kebersamaan itu terjadi di tengah lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang Imlek.
Meski libur resmi berlangsung empat hari, pergerakan penumpang tercatat meningkat dalam lima hari terakhir.
Rata-rata hampir 11 ribu penumpang menggunakan layanan kereta api setiap hari. Jika diakumulasi, jumlahnya mendekati 55 ribu orang yang naik dan turun di seluruh stasiun Daop 9 Jember.
“Untuk perbandingan antara naik dan turun itu hampir imbang. Memang lebih banyak yang turun. Turun itu sekitar 55 ribu, sedangkan yang naik sudah 54 ribuan-an. Dan ini akan terus bergerak,” jelas Hengky.
Kereta-kereta favorit kembali menjadi primadona. KA Blambangan Ekspres dan KA Pandalungan di kelas eksekutif tetap diminati.
Rangkaian baru Ranggajati juga mencatat okupansi yang tinggi. Sementara itu, tiket KA Logawa dan KA PSU bahkan terjual habis.
“Hampir semua KA di momen libur panjang ini seluruhnya penuh,” terangnya.
Di Daop 9 Jember, Imlek tahun ini bukan hanya dirayakan. Ia dihidupkan di antara rel, jadwal keberangkatan, dan ribuan langkah yang datang dan pergi.
Ada cerita tentang wajah-wajah yang pulang kampung, yang kembali merantau, yang bertemu keluarga, atau yang sekadar berlibur singkat.
Barongsai di peron menjadi simbol kecil bahwa perjalanan bukan hanya soal jarak, tetapi juga tentang suasana dan kenangan. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh