Radar Jember – Di tengah sisa lumpur dan bau tak sedap pascabanjir, persoalan air bersih masih menjadi keluhan warga terdampak.
Merespons kondisi tersebut, PMI Jember bergerak cepat menerjunkan Tim Water, Sanitation and Hygiene (Wash) ke Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, guna membantu warga mendapatkan akses air layak konsumsi.
Fokus kegiatan berada di Dusun Krajan. Sedikitnya lima sumur warga tercemar lumpur pekat setelah banjir meluap beberapa hari lalu.
Air sumur menjadi keruh, berbau, dan tidak aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebanyak enam relawan PMI Jember bekerja bergantian melakukan normalisasi.
Mereka menggunakan dua mesin penyedot air serta selang spiral sepanjang 40 meter untuk menjangkau dasar sumur yang dipenuhi endapan lumpur.
Proses normalisasi tidak mudah. Endapan lumpur yang cukup tebal membuat penyedotan harus dilakukan berulang kali hingga air kembali jernih.
Relawan memastikan air yang dihasilkan benar-benar layak digunakan warga.
Salah satu warga terdampak, Dodik, mengaku bersyukur sumurnya kembali berfungsi normal. Pascabanjir, ia dan warga sekitar kesulitan memperoleh air bersih.
“Kami sangat terbantu. Sekarang tidak lagi kebingungan untuk kebutuhan air minum dan mandi,” ujarnya.
Selain normalisasi sumur, PMI Jember juga rutin mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi terdampak banjir. Dalam sehari, sebanyak 5.100 liter air bersih disalurkan kepada warga. Distribusi juga diperluas dengan penambahan titik tandon di Desa Curahmalang sebagai solusi sementara sebelum sumber air warga pulih sepenuhnya.
Ketua PMI Jember, Zainollah, menegaskan, pemulihan akses air bersih menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat bencana.
Menurutnya, krisis air bersih kerap menjadi persoalan lanjutan setelah banjir surut dan berpotensi memicu penyakit seperti diare, gatal-gatal, hingga infeksi saluran pencernaan.
“Fokus kami memastikan kesehatan warga tetap terjaga. Dengan air yang kembali bersih, risiko penyakit pascabanjir bisa ditekan seminimal mungkin,” jelasnya.
Normalisasi juga dilakukan di Masjid Baitul Dzakirin, Dusun Gumuk Bago, Desa Nogosari, agar jemaah dapat kembali beribadah tanpa kesulitan mendapatkan air bersih untuk berwudu.
PMI Jember memastikan pendampingan dan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama warga masih membutuhkan, hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh