Radar Jember - Berjalannya salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Siang Bergizi (MBG) diwarnai dengan berbagai dinamika di sejumlah tempat. Termasuk di Jember.
Kabar terakhir, kasus keracunan sempat menerjang para penerima manfaat MBG di Kecamatan Umbulsari hingga membuat korbannya dilarikan ke Puskesmas.
Meski diterpa berbagai kabar tak sedap, Bupati Jember Muhammad Fawait memiliki ekspektasi tinggi terhadap salah satu program prioritas nasional ini.
"Tentu kami sangat mendukung MBG ini, selain demi meningkatkan kualitas gizi anak-anak kita, dampak ekonomi dari MBG juga sangat luar biasa," katanya, saat memberikan pernyataan terbuka, (31/1).
Gus Fawait mengaku memproyeksikan perputaran uang mencapai Rp 4 triliun per tahun melalui dapur-dapur MBG, atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember ini.
Jika digabungkan dengan APBD Jember yang juga berkisar di angka Rp 4 triliun, ia meyakini maka akan ada total Rp 8 triliun yang beredar di Jember.
Ia bahkan menjanjikan program ini tidak hanya memberi makan anak-anak, tetapi juga memberdayakan produk lokal.
Strategi ini diharapkan mampu menyerap hasil pertanian dan UMKM lokal, sehingga menciptakan multiplier effect yang kuat dalam menurunkan angka kemiskinan.
"Semua aktivitas dapur MBG harus memakai produk-produk dari Jember," harapnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh