Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pertamina Buka Suara! LPG 3 Kg di Jember Sulit Dicari, Ternyata Ini Bedanya Beli di Pangkalan vs Pengecer

Sidkin • Jumat, 13 Februari 2026 | 05:00 WIB
GAS UNTUK WARGA MISKIN: Petugas saat menata tabung gas LPG 3 kilogram. Belakangan ini, warga mengeluhkan kesulitan mendapat gas elpiji bersubsidi tersebut di tingkat pengecer. 
GAS UNTUK WARGA MISKIN: Petugas saat menata tabung gas LPG 3 kilogram. Belakangan ini, warga mengeluhkan kesulitan mendapat gas elpiji bersubsidi tersebut di tingkat pengecer. 

 

Radar Jember – Gas LPG 3 kilogram belakangan ini semakin sulit ditemukan di sejumlah wilayah di Jember.

Warga mengeluhkan kosongnya stok di tingkat pengecer, bahkan harus mencari hingga ke luar desa atau kelurahan untuk mendapatkannya

Salah seorang warga Tegal Besar, Anggun mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut.

Bahkan ia harus membeli gas itu di kelurahan lain. Padahal, sebelumnya gas bersubsidi itu bisa dibeli di dekat rumah.

"Harganya juga makin mahal. Biasanya Rp 20 ribu, sekarang bisa Rp 22 ribu," ungkapnya.

Salah satu pengecer di Desa/Kecamatan Ajung, Dwi Ratih, mengeluhkan pasokan dari pangkalan.

Ia menyebut, dulu pengiriman berjalan normal dan rutin setiap kali distribusi.

Saat normal, ia mendapat kiriman dari pangkalan sebanyak 15 tabung. Tetapi sejak akhir 2025, hanya paling banyak mendapatkan delapan tabung.

"Bahkan dalam beberapa hari terakhir, kiriman yang diterima hanya enam tabung saja," katanya.

Menurut Dwi, jumlah tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi permintaan warga sekitar.

Banyak pelanggan yang akhirnya pulang dengan tangan kosong, karena stok cepat habis. Ia tidak mengetahui pasti penyebab berkurangnya pasokan tersebut.

“Sekarang harga di luar bisa sampai Rp 24 ribu, tapi percuma dinaikkan kalau tidak ada gasnya,” ujarnya.

Menanggapi kondisi itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan, suplai LPG subsidi sebenarnya masih berjalan normal.

Ia menyebut rata-rata konsumsi harian LPG 3 kilogram bersubsidi di Jember mencapai 70 ribu tabung per hari.

“Sampai saat ini tidak ada pengurangan suplai, distribusi ke pangkalan resmi berjalan setiap hari,” jelasnya.

Menurutnya, kelangkaan lebih banyak terjadi di level pengecer karena stok mereka memang terbatas dan cepat habis.

Ahad menambahkan, pihaknya terus mengimbau masyarakat membeli gas melon di pangkalan resmi, bukan di pengecer.

Di pangkalan, harga eceran tertinggi (HET) mengikuti ketentuan Pemprov Jawa Timur yakni Rp 18 ribu per tabung.

Sementara di tingkat pengecer, harga tidak terikat HET sehingga bisa lebih tinggi.

“Untuk pengiriman ke pangkalan itu berjalan tiap hari dan harga di pangkalan sesuai aturan,” tegasnya.

Ia juga menyebut adanya peningkatan konsumsi dari pelaku UMKM turut memengaruhi cepat habisnya stok di lapangan.

Menjelang Ramadan, Pertamina memproyeksikan tambahan kebutuhan sekitar 50 ribu tabung per hari di Jember.

“Kami akan menambah suplai dan terus memantau perkembangan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” pungkasnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #gas melon #gas bersubsidi #gas melon langka #lpg 3 kg