Radar Jember - Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang bentukan Bupati Jember Muhammad Fawait, lagi-lagi bikin gebrakan.
Setelah mencopot sejumlah reklame yang perizinannya sudah kedaluwarsa di sekitar kota, kini giliran kabel-kabel Fiber Optic (FO) illegal.
Apalagi, kabel internet bodong itu yang terpasang semrawut di tiang-tiang Penerangan Jalan Umum (PJU).
Satgas mengerahkan 30 personel gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan (Dishub), Bakesbangpol, Satpol PP, hingga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Mereka menyisir sejumlah titik untuk memutus kabel milik provider internet yang diketahui tanpa mengantongi izin alias illegal.
"Keberadaan kabel-kabel tak berizin itu mengakibatkan sering trouble, karena gesekan-gesekan kabel FO dengan kabel kami.
Dan ini sangat mengganggu kami saat melaksanakan perawatan," kata Kepala Dishub Jember sekaligus anggota Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Gatot Triyono, kemarin (5/2).
Ia mengemukakan, operasi pembersihan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik serta menjaga estetika kawasan perkotaan.
Meski tiang PJU adalah milik pemda, Gatot menegaskan, pemanfaatan aset untuk utilitas telekomunikasi sebenarnya diperbolehkan selama patuh aturan.
Lebih lanjut, ia juga mengemukakan landasan penertiban ini berpegang teguh pada regulasi nasional.
"Regulasi ini kami mendasarkan pada UU LLAJ nomor 22 tahun 2009 bahwa semua perlengkapan fasilitas jalan, pemasangannya dilarang mengganggu operasional pemerintah daerah," katanya.
Sejauh ini, Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Jemberm baru fokus melakukan penindakan di lima titik strategis kawasan kota.
Meski, belum menginventarisir secara rinci jumlah provider yang melanggar, pihaknya tidak memberikan toleransi berupa teguran lisan semata.
Ia berharap aksi ini menjadi awal dari perubahan wajah kota Jember yang lebih rapi.
"Mudah-mudahan penertiban ini membuat kawasan kota kelihatan lebih tertib dan indah. Dan kami juga menghimbau masyarakat dan provider yang akan melaksanakan aktivitas, harus melaksanakan perizinan sebagaimana yang telah ditentukan," imbuh dia.
Dalam kesempatan berbeda, Bupati Fawait sejak awal telah menegaskan bahwa ia menginginkan kinerja Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, bentukannya ini progresif.
Tidak hanya mengatasi tata kelola estetika kota, namun juga juga soal kenyamanan masyarakat, mitigasi banjir, hingga mengoptimalkan pos-pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember.
"Sebagai solusi konkret, kami membentuk Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang yang dikomandoi oleh Ahmad Fauzi, kepala Bapenda Jember. Satgas itu terdiri dari berbagai lintas OPD," pungkas Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh