Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lagi-Lagi Dapur MBG di Jember Berhenti Masak, Dana Tak Cair Bikin Ribuan Siswa Kehilangan Makan Gratis

Sidkin • Jumat, 19 Desember 2025 | 13:10 WIB
BERHENTI: Kondisi SPPG Kebonsari di Kecamatan Sumbersari terlihat sepi, kemarin. Berdasar keterangan warga, Dapur MBG ini berhenti beroperasi sementara mulai 11 Desember lalu.
BERHENTI: Kondisi SPPG Kebonsari di Kecamatan Sumbersari terlihat sepi, kemarin. Berdasar keterangan warga, Dapur MBG ini berhenti beroperasi sementara mulai 11 Desember lalu.

Radar Jember – Program yang menyasar kebutuhan paling dasar ini justru tersendat di hulu.

Satu per satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember terpaksa menghentikan operasionalnya.

Ini terjadi bukan karena dapurnya rusak atau kurang tenaga.

Akan tetapi, dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak bisa masak karena uangnya tidak cair.

Ketika anggaran untuk operasional MBG tersendat, pelayanan pun berhenti.

Dan yang paling terdampak adalah penerima manfaatnya serta para pekerjanya.

Lantas, dengan terhentinya pasokan makanan gratis ke sekolah yang biasa dapat MBG, kapan akan mulai lagi?

Selain itu, kapan siswa yang belum dapat MBG akan bisa makan gratis seperti siswa yang sudah makan berbulan-bulan? Pertanyaan ini membutuhkan jawaban tegas, karena program sudah cukup laman dirilis.

Informasi penghentian operasional mulai ramai sejak beberapa hari terakhir.

SPPG di Desa/Kecamatan Jenggawah sudah tak beroperasi lebih dulu.

Kemudian, SPPG di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, disebut berhenti beroperasi per 17 Desember 2025.

Sementara itu, SPPG Kebonsari di Kecamatan Sumbersari lebih dulu menghentikan layanan sejak 11 Desember lalu.

Dua wilayah berbeda, waktu berbeda, namun penyebabnya sama, dana dari pusat belum turun alias tidak cair.

SPPG Kebonsari ini dikelola oleh Yayasan Komunitas Pecinta Kemakmuran Masjid.

Lokasi dapurnya berada di Jalan Letjen Panjaitan Gang VIII nomor 123, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.

Penghentian operasional tersebut diumumkan secara terbuka melalui akun media sosial resminya.

Dalam unggahan tersebut, pengelola menuliskan pernyataan resmi.

“Kami SPPG Sumbersari Kebonsari terhitung sejak 11 Desember 2025 dapur MBG/SPPG Sumbersari Kebonsari telah berhenti beroperasi sementara karena adanya kendala pada pencairan dana bantuan pemerintah (BanPer),” tulis pengelola.

Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada sekolah dan penerima manfaat MBG.

Pengelola berharap kendala segera teratasi agar bisa kembali beroperasi dengan menu yang lebih baik.

Tidak ada penjelasan resmi mengenai jumlah penerima manfaat yang dilayani dapur ini.

Namun, jika mengacu pada rata-rata dapur MBG, satu SPPG biasanya melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima.

Jumlah tersebut mencakup siswa SD, SMP, hingga SMA.

Artinya, ribuan anak berpotensi kehilangan akses makan bergizi hanya karena urusan administrasi.

Pantauan di lokasi SPPG Kebonsari, kemarin siang, menunjukkan kondisi yang sunyi.

Bangunan berwarna biru muda dan biru tua itu tampak tertutup rapat.

Tidak ada aktivitas, pagar dan pintu terkunci. Dua mobil operasional MBG terlihat terparkir di halaman, tak bergerak seperti ikut menunggu kepastian.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya membenarkan kondisi tersebut.

Dikatakan, sejak sepekan terakhir tak ada lagi aktivitas di dapur SPPG.

Anaknya yang menjadi pekerja bagian produksi kini dirumahkan sementara karena operasional berhenti.

“Informasi yang diterima anak saya hanya satu, kegiatan dihentikan karena dana pemerintah belum cair,” katanya.

Upaya konfirmasi juga belum membuahkan hasil. Jawa Pos Radar Jember telah menghubungi akun media sosial SPPG Kebonsari Sumbersari.

Hingga berita ini ditulis pukul 16.00 kemarin (18/12/2025), pesan tersebut belum mendapatkan balasan.

Tidak ada keterangan lanjutan yang bisa menjelaskan kapan dapur akan kembali beroperasi.

Sekadar informasi, data di atas kertas sebenarnya terlihat menjanjikan.

Situs Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 99 SPPG di Jember telah terdaftar per 16 Desember 2025 pukul 04.00.

Namun berapa yang benar-benar beroperasi di lapangan tidak pernah dijelaskan secara terbuka.

Di sinilah kritik mengeras, program besar dengan anggaran besar seharusnya tidak tumbang hanya karena keterlambatan pencairan dana.

Sebab yang dipertaruhkan bukan angka, melainkan hak dasar masyarakat. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #SPPG #Mbg #Makan Bergizi Gratis