Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mini Soccer Jadi Tren Pekerja Jember, tapi Belum Siap Naik Kelas Jadi Cabor Resmi

Yulio Faruq Akhmadi • Kamis, 4 Desember 2025 | 14:20 WIB

ANTUSIAS: Warga Jember memainkan mini soccer di lapangan Jember Mini Soccer, Kebonsari, beberapa waktu lalu. q
ANTUSIAS: Warga Jember memainkan mini soccer di lapangan Jember Mini Soccer, Kebonsari, beberapa waktu lalu. q

Radar Jember - Menghadirkan cabor baru bisa menjadi salah satu jurus KONI Jember untuk mendulang medali pada Porprov 2027.

Hal itu disampaikan Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil saat menghadiri pelantikan Pengurus KONI Jember, Sabtu (29/11) lalu.

Salah satu cabor yang ia dorong untuk dihadirkan di Jember adalah mini soccer.

Olahraga ini memang tengah ngetren di berbagai wilayah, termasuk Jember.

Namun, apakah pembentukan cabor ini benar-benar relevan?

Ketua KONI Jember Ervan Friambodo menuturkan, mini soccer kini menjadi olahraga yang cukup digandrungi, terlihat dari bermunculannya lapangan-lapangan baru di Jember yang selalu ramai peminat.

“Ada beberapa lapangan yang dibuka baru-baru ini dan itu selalu ramai,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Ervan, euforia mini soccer tidak serta-merta membuat pembentukan kepengurusan cabor menjadi mudah.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Selain soal venue, cabor harus memiliki sejumlah klub beserta atlet dan pelatih yang fokus pada prestasi.

Di Jember, realitas di lapangan menunjukkan mini soccer mayoritas diminati kalangan pekerja yang usianya sudah tidak ideal untuk mengejar prestasi.

Mereka bermain mini soccer hanya untuk melepas stres dan hiburan akhir pekan setelah penat bekerja.

Sedangkan di tingkat pusat, kepengurusan mini soccer bernama Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) dan telah resmi diakui sebagai anggota baru KONI Pusat pada 6 September 2025.

Ervan melanjutkan, hingga kini pihaknya belum mendapati adanya individu atau kelompok yang berniat membentuk KSMI di Jember.

“Kemarin ada dari padel yang komunikasi untuk pembentukan pengurus, sekarang masih tahap memenuhi persyaratannya. Kalau mini soccer belum ada,” jelasnya.

Kendati saat ini geliat mini soccer di Jember masih tersegmentasi pada kalangan pekerja, Ervan optimistis antusias masyarakat akan berkembang hingga muncul pihak yang berminat mengejar prestasi dan membentuk kepengurusan.

“Menjadi pelopor tidak mudah, namun pada akhirnya berawal dari suka akan mengarah ke prestasi. Bisa saja keluarga atau anak-anak dari yang suka main mini soccer jadi tertarik, atau atlet futsal dan sepak bola berpindah haluan. Nantinya segmentasi akan berkembang, dari yang hanya hiburan menuju yang fokus prestasi. Biasanya polanya cabor seperti itu,” pungkasnya. (yul/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #cabor #Mini Soccer #KONI Jember