Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cuaca Ekstrem Mengintai Jember, BPBD Aktifkan Pos Pantau dan Minta Warga Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

M Adhi Surya • Senin, 17 November 2025 | 13:10 WIB
Ancaman banjir mengintai Jember memasuki musim hujan kali ini. BPBD tetap gandeng Destana dalam mitigasi ancaman bajir.
Ancaman banjir mengintai Jember memasuki musim hujan kali ini. BPBD tetap gandeng Destana dalam mitigasi ancaman bajir.

Radar Jember - BPBD Jember terus melakukan langkah-langkah mitigasi bencana menyusul adanya banjir yang melanda beberapa wilayah belakangan ini.

Meskipun banjir genangan dan banjir bandang tergolong kecil, namun pencegahan tetap harus menjadi prioritas agar dampak bencana tidak semakin meluas.

Ketika intensitas hujan semakin besar, BPBD meminta warga tidak hanya menunggu penanganan darurat, tetapi ikut mengantisipasi sejak dini.

Misalnya, ikut memantau air sungai, dan waspada apabila sewaktu-waktu membesar.

Demikian pula dengan banjir genangan yang kadang terjadi, termasuk di wilayah Jember.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Z. Wahyudi Hidayat mengatakan, pihaknya telah mengaktifkan kembali pos pantau di beberapa kecamatan rawan.

Pemantauan dilakukan setiap beberapa jam untuk memastikan kondisi air sungai dan titik banjir dapat terdeteksi lebih cepat.

“Kami ingin informasi di lapangan bergerak cepat ke masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga memperkuat sistem peringatan dini dengan pengecekan alat pemantau debit air di kecamatan-kecamatan rawan.

Semua perangkat dipastikan berfungsi optimal agar informasi kenaikan air bisa diterima warga secara cepat.

“Kecepatan informasi itu bagian dari mitigasi,” lanjutnya.

Patroli lapangan juga digencarkan.

Jika ditemukan peningkatan debit air, informasi segera diteruskan ke pemerintah desa untuk mempersiapkan evakuasi awal.

Respons cepat ini dianggap krusial saat cuaca ekstrem.

“Tim Destana juga bersiap siaga di wilayah potensi ancaman banjir,” tuturnya.

BPBD juga menjalankan mitigasi nonfisik berupa edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Sosialisasi dilakukan bersama relawan desa agar warga memahami jalur evakuasi, titik kumpul, hingga cara menyiapkan tas darurat.

“Kami ingin warga sigap, bukan panik,” kata Wahyudi.

Kesiapan logistik turut diperketat. BPBD menyiagakan dapur darurat serta memastikan ketersediaan makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan dasar lain bila banjir susulan terjadi.

Koordinasi dengan Dinas Sosial diperkuat agar distribusi bantuan lebih cepat dan tepat sasaran.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan, BPBD mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta segera mengamankan dokumen penting, menyiapkan perlengkapan darurat, serta melakukan evakuasi mandiri jika situasi mengarah pada bahaya. (dhi/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #destana #BPBD #ancaman banjir #mitigasi bencana