Radar Jember - Sudah bukan rahasia lagi kalau Transmart Jember cenderung sepi pengunjung.
Pemandangan lengang kerap dikeluhkan warga di media sosial.
Banyak netizen mengaku datang bukan untuk belanja, melainkan hanya nonton di Cinema XXI Transmart Jember.
Namun, kemarin (16/10), pusat perbelanjaan itu mendadak ramai. Ironisnya, keramaian itu bukan karena diskon besar-besaran atau acara belanja, melainkan karena aksi demo santri.
Ratusan massa dari Aliansi Santri Kabupaten Jember menggelar aksi damai di depan Transmart.
Mereka menuntut pertanggungjawaban Trans7 atas tayangan yang dianggap melecehkan Pondok Pesantren Lirboyo.
Para santri membawa poster bernada protes, mengecam siaran yang dinilai tidak mencerminkan prinsip jurnalistik berimbang.
Komando Santri Jember Ayub Junaidi menegaskan aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap pesantren di seluruh Indonesia.
Tayangan yang dimaksud, menurutnya, telah melukai martabat pesantren.
“Santri Jember menuntut tanggung jawab pihak-pihak yang telah melecehkan pesantren, khususnya Lirboyo. Tayangan itu menyudutkan kami sebagai santri,” ujarnya.
Ayub juga menilai pihak Trans Media sebagai induk Trans7 belum menunjukkan itikad baik.
“Sampai saat ini kami belum mendengar permintaan maaf tulus dari pihak Trans Corp,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, para santri meminta Trans7 menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media mereka sendiri selama tujuh hari berturut-turut.
Mereka juga menyoroti lemahnya penerapan prinsip jurnalistik dalam tayangan tersebut.
Koordinator Manajer Transmart Jember, Nur Wahid, menyampaikan permintaan maaf kepada para santri atas kegaduhan yang terjadi.
Ia menegaskan aspirasi mereka akan diteruskan ke manajemen pusat. “Kami akan sampaikan langsung kepada atasan kami di pusat,” katanya.
Usai menyampaikan tuntutan, massa aksi melanjutkan orasi ke Kantor Bupati Jember untuk menyerahkan pernyataan sikap.
Aksi itu menjadi bukti bahwa santri Jember siap mengawal marwah pesantren dan menuntut keadilan atas setiap bentuk pelecehan terhadap lembaga pendidikan Islam.
Editor : M. Ainul Budi