Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ada Keterlibatan Ordal dan Sindikat Joki di Universitas Jember, Pihak Unej Dalami Kecurangan UTBK

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 3 Mei 2025 | 14:45 WIB
(Dari kiri) Kepala UPA Teknologi dan Komunikasi Unej Prof Bayu Taruna Widjaja Putra, Wakil Rektor Unej Dr Fendi Setiawan, dan Prof Slamin saat berikan keterangan terkait kecurangan UTBK
(Dari kiri) Kepala UPA Teknologi dan Komunikasi Unej Prof Bayu Taruna Widjaja Putra, Wakil Rektor Unej Dr Fendi Setiawan, dan Prof Slamin saat berikan keterangan terkait kecurangan UTBK

TEGALBOTO, Radar Jember - Pihak Universitas Jember (Unej) akhirnya buka suara terkait kasus kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2025.

Orang dalam (ordal) yaitu teknisi laboratorium TIK Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej dipastikan terlibat, namun pihak kampus ingin mendalami sindikat kecurangan tersebut, termasuk sang joki.

Kepala UPA Teknologi dan Komunikasi Unej Prof Bayu Taruna Widjaja Putra, mengakui bahwa indikasi culas itu sempat teridentifikasi sejak awal, hari pertama pelaksanaan UTBK di Unej. Ia menyebut saat itu ada arus jaringan perangkat yang tidak wajar dari perangkat peserta yang ditransmisikan ke proxy tertentu. Saat dilacak, ternyata mengarah ke laboratorium TIK, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej.

"Dari hari pertama kami sudah mengidentifikasi, mengetahui ada traffic jaringan komputer yang tidak wajar, seperti ada upaya me-remote acces komputer UTBK. Lalu hari kedua, kami meminta izin ke Dekan FEB untuk melakukan tangkap tangan, di tempat," katanya, saat memberikan klarifikasi terbuka, di Gedung Rektorat Unej, Jumat (2/5).

Hasil identifikasi pihak Unej, pelaku merupakan seorang pria, teknisi honorer yang sudah bekerja 8 tahun terakhir di Laboratorium TIK, FEB Unej. Dia berperan, memasangkan proxy yang menghubungkan perangkat peserta yaitu komputer UTBK di Unej dengan perangkat sang joki. Serta meletakkan alat perantara proxy di kardus printer yang kemudian diletakkan di atas lemari Lab TIK FEB Unej.

Nah, sementara sang joki -sebut saja Mr. X- inilah yang berperan mengeksekusi soal-soal peserta. Namun, pihak Unej masih belum gamblang menjelaskan  tentang joki. Termasuk peserta yang menyewa jasa joki ini, juga belum terungkap. Unej hanya menegaskan status kepesertaan peserta UTBK yang curang ini telah didiskualifikasi.

Pihaknya telah menginterogasi sang teknisi TIK ini, namun belum mendapatkan informasi yang detail mengenai joki Mr X ini. "Yang pasti joki ini bersindikat," tambah Wakil Rektor Bidang Akademik Unej, yang juga Ketua Pusat UTBK SNBT Unej Prof Slamin.

Pihak Unej telah mengambil langkah melakukan pemecatan teknisi tersebut. “Si teknisi ini juga dikabarkan berencana mengikuti seleksi PPPK, namun pihak Unej telah melarangnya,” paparnya.

Menurut Slamin, saat diinterogasi, sang teknisi hanya mengaku bekerja sendiri dan bekerja untuk meluluskan satu orang saja, tidak lebih. "Dia dijanjikan uang yang berjumlah cukup besar katanya, untuk melakukan ini. Tapi sebelum menerima uang, sudah kami bongkar dulu," katanya.

Meski begitu, Unej belum sepenuhnya mengungkapkan peran sang joki, yang disinyalir bersindikat dan tidak berlokasi sekitar Unej. Namun diduga me-remote dari jarak jauh, berlokasi sekitar Surabaya.

Slamin berencana menyeret sang joki dan teknisi ini ke ranah hukum. Sementara, untuk saat ini pihaknya masih ingin fokus pada sesi UTBK terakhir hari ini, Sabtu (3/5), sambil mengkoordinasikan dengan panitia pusat. "Kami akan fokus dulu ke sisa UTBK yang terakhir ini, mengkoordinasikan dengan panitia pusat, dan berkonsultasi dengan tim hukum kami, terkait tindak lanjutnya. Tentu perkembangan nanti seperti apa, kami kabarkan lagi," pungkas Slamin.

Sebelumnya, praktik kecurangan UTBK ini telah menjadi sorotan publik, beredar luas di kalangan peserta tes UTBK 2025. Bahkan, bentuk kecurangan disebut sudah terorganisir, demi peserta tertentu bisa lolos UTBK. Kabar tak sedap sampai membuat Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) angkat bicara. Mereka memberikan keterangan terbuka yang disiarkan langsung di kanal resminya, Selasa (29/4). "Kecurangan UTBK di Universitas Jember, pelanggaran yang melibatkan orang dalam, menggunakan perangkat sebagai proxy untuk menghubungkan PC peserta dengan jaringan eksternal," jelas Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, kepada wartawan, Kamis (29/4). (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #kecurangan #UNEJ #UTBK