KRATON, Radar Jember – Hujan lebat masih mengguyur sejumlah lokasi di Jember. Bahkan, curah hujan masih cukup tinggi hingga mengakibatkan banjir.
Seperti di lokasi yang selama ini menjadi langganan banjir di Tempurejo, Wuluhan, dan Sumberbaru.
Untuk mengantisipasi banjir akibat sungai meluap, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jawa Timur menormalisasi saluran yang sudah mulai dangkal.
Seperti normalisasi avour (sistem drainase yang mengalirkan air ke hilir) Sungai Bondoyudo lama, di Dusun Sidonganti, Desa Kraton, Kecamatan Kencong.
Setidaknya, sepanjang 5 kilometer avour sungai itu dinormalisasi dengan menggunakan dua alat berat ekskavator.
Saat normalisasi, kadang ada kendala karena tanggul sungai di sekitar lokasi ada yang ditanami rumput gajah dan pohon sengon oleh warga. Sehingga harus meminta izin kepada warga yang menanam.
Agus Prianto, Kepala Desa Kraton, Kecamatan Kencong, mengatakan, keberadaan tangkis di pinggir sungai itu harus bersih dari tanaman.
Ini agar sewaktu-waktu memudahkan alat berat yang akan melakukan normalisasi sungai.
“Bahkan juga ada tanaman pohon pisang. Seharusnya warga tidak menanam di sepanjang tanggul pinggir sungai,” ucapnya.
Seperti diketahui, di kawasan wilayah sekitar Desa Kraton itu memang rawan banjir. Biasanya luapan Sungai Bondoyudo lama menerjang dan tanggul kadang jebol.
Selain itu, di sepanjang sungai yang mengarah ke Pantai Paseban itu juga banyak ditumbuhi tanaman eceng gondok.
“Alhamdulillah, dengan dilakukannya normalisasi dari Dinas PUBMSDA provinsi, warga bisa tenang. Apalagi Jember dan wilayah pinggiran juga sering hujan hingga mengakibatkan banjir. Dengan dilakukannya normalisasi Sungai Bondoyudo lama ini bisa mengurangi terjadinya banjir,” katanya.
Menurutnya, banjir luapan dari Sungai Bondoyudo lama kerap menggenangi permukiman warga. Dengan selesainya normalisasi itu, diharapkan tidak ada lagi luapan air sungai.
“Sering juga sungai tersumbat tanaman eceng gondok,” ulasnya.
Sementara itu, Kepala UPT BMSDA Jember dan Lumajang Prabowo mengatakan, normalisasi avour Sungai Bondoyudo lama di Desa Kraton pernah dilakukan pada tahun 2006 silam.
“Sehingga sudah waktunya dilakukan kembali normalisasi. Karena sungai yang mengarah ke Pantai Paseban itu sudah mulai dangkal,” ulasnya.
Normalisasi saluran dengan panjang sungai 5 kilometer itu menggunakan dua alat jenis ekskavator. Sisi kiri dan kanan saluran dilakukan normalisasi.
“Mudah-mudahan dengan dilakukannya normalisasi ini tidak ada lagi luapan dari sungai ke permukiman warga,” ucap Prabowo.
Saat normalisasi, operator ekskavator juga sempat kesulitan membuang material, karena banyak tanaman pohon sengon di kanan dan kiri tanggul.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar warga tidak menanam pohon di pinggir sungai. (jum/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi