MOJOMULYO, Radar Jember – Jalur plawangan yang ada di Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, sebelumnya lurus. Namun, kini berubah karena berpindah tempat, sehingga di lokasi awal menjadi muara.
Plawangan tempat keluar masuk ratusan jukung nelayan ini awalnya berada di sekitaran warung milik Sajib, 42, warga setempat. Namun, karena dihantam ombak besar, posisinya bergeser ke sebelah barat.
Banyak pemilik warung di lokasi sekitar terpaksa pindah warung karena posisi plawangan sudah berubah. Kondisi ini menunjukkan betapa besarnya ombak laut yang menghantam pinggir pantai sehingga plawangan pindah. Bahkan, lokasi awal berubah menjadi muara.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, munculnya muara lantaran plawangan pindah lokasi justru dimanfaatkan oleh banyak orang. Terlihat, ada anak-anak usia SD bersama orang tuanya asyik mandi di lokasi. "Anak saya betah mandi di muara, karena aman dari ombak," kata Samsul, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, yang kemarin berkunjung ke lokasi.
Banyaknya wisatawan di lokasi itu juga membuat sejumlah warung pindah. Selain itu, banyak nelayan yang memanfaatkan muara untuk menyandarkan perahunya.
Sementara itu, menurut Sajib, pemilik warung yang awalnya lurus dengan plawangan, kini sudah berubah. Di depan warungnya yang dulu lurus dengan plawangan, kini berubah menjadi muara. “Saat siang muara tempat parkir jukung dan mandi pengunjung, itu agak dangkal. Tetapi, harus tetap hati-hati,” jelasnya.
Sementara itu, sebagai warga yang setiap hari ada di pinggir pantai, ia juga mengingatkan agar pengunjung pantai tetap waspada, karena cuaca buruk. (jum/c2/nur)
Editor : Radar Digital