Radar Jember - Monumen Letkol Moch Sroedji di Jember adalah simbol penghormatan terhadap perjuangan seorang pahlawan nasional yang melawan penjajah Belanda di Jawa Timur.
Letnan Kolonel Mochammad Sroedji, yang lahir pada 1 Februari 1915 di Bangkalan, Madura, adalah seorang pemimpin Brigade III Damarwulan Divisi I yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia dikenal sebagai sosok yang gagah berani, memimpin ribuan pasukan dalam perjuangan gerilya melawan tentara Belanda.
Letkol Sroedji menghabiskan masa mudanya sebagai seorang mantri malaria di RS Kreongan Jember sebelum bergabung dengan militer pada tahun 1943.
Karir militernya berkembang pesat, dan ia menjadi komandan brigade yang memimpin pertempuran di berbagai wilayah di Jawa Timur.
Dalam perjuangannya, Letkol Sroedji dan pasukannya harus berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, menempuh jarak ratusan kilometer untuk menghindari serangan Belanda.
Sayangnya, pada 8 Februari 1949, Letkol Sroedji gugur setelah terkena tembakan di Desa Karang Kedawung, Jember, saat tengah memimpin pasukannya melawan Belanda.
Pengorbanannya yang begitu besar diakui dengan pemberian beberapa penghargaan, termasuk Bintang Gerilya dan Bintang Sakti.
Namanya juga diabadikan di berbagai tempat, termasuk monumen di alun-alun Jember dan sebuah universitas di kota itu.
Monumen Letkol Moch Sroedji pertama kali diresmikan pada tahun 1969, di alun-alun Jember. Monumen ini menjadi saksi bisu perjuangan Letkol Sroedji, yang digambarkan dengan patung dirinya membawa pedang, mencerminkan semangat kepahlawanannya.
Ada juga monumen lain yang menggambarkan peristiwa saat ia gugur, di mana seorang sahabatnya, Letkol dr. Subandhi, digambarkan sedang memapahnya setelah tertembak.
Selain monumen, kisah perjuangan Letkol Sroedji juga diabadikan dalam buku berjudul Sang Patriot, yang ditulis oleh cucunya, Irma Devita.
Buku ini menggambarkan kehidupan Sroedji dari masa kecil hingga akhir hayatnya, serta pertempurannya melawan penjajah.
Buku ini memberikan gambaran yang mendalam tentang betapa beratnya perjuangan kemerdekaan Indonesia dan semangat kepahlawanan yang dimiliki oleh para pahlawan, termasuk Letkol Sroedji.
Melalui monumen ini, Jember tidak hanya mengenang pahlawannya tetapi juga mengajak masyarakat untuk mengenali sejarah dan menghargai jasa para pejuang kemerdekaan.
Monumen ini juga menjadi bagian dari potensi wisata sejarah di Jawa Timur, di mana kita bisa menelusuri jejak perjuangan para pahlawan, seperti Letkol Sroedji, dan merasakan semangat perjuangan yang mereka wariskan.
Editor : Radar Digital