Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gelaran JFC 2024 di Jember, Okupansi Hotel Meningkat Signifikan, Ini Kata Ketua PHRI Jember

Radar Digital • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 01:05 WIB
TAMPIL: Tiara Andini menyanyikan lagu dengan busana defile Wayang di JFC 2024 siang tadi. (YULIO/RJ)
TAMPIL: Tiara Andini menyanyikan lagu dengan busana defile Wayang di JFC 2024 siang tadi. (YULIO/RJ)

KALIWATES, Radar Jember - Gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) beberapa hari lalu berdampak positif pada perkembangan sektor pariwisata dan perhotelan. Sebab, okupansi hotel mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, pada 1 Agustus lalu tingkat okupansi hotel bintang dan nonbintang di Jember naik 31 persen saja. Kemudian, mengalami peningkatan signifikan pada hari berikutnya. Bersamaan dengan hari pertama gelaran JFC. “Pada hari pertama JFC tingkat okupansi hotel mencapai 83 persen,” ucapnya.

Puncak kenaikan okupansi hotel di Jember terjadi pada hari kedua JFC (3/8). Hal itu terjadi di hotel yang berada di sekitar lokasi JFC. Bahkan, tingkat okupansinya mencapai 93 persen. Kemudian, mengalami penurunan pada hari berikutnya, menjadi 62 persen. Serta kembali menurun pada hari berikutnya menjadi 34 persen.

Ketua PHRI Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, persentase okupansi hotel tersebut didapatkan dari sejumlah hotel yang berada di sekitar lokasi JFC. Secara umum, kenaikan okupansinya cukup signifikan. Selama pelaksanaan JFC, menurutnya, ada hotel yang mengalami kenaikan sebanyak 100 persen.

 Teguh menyebut, event JFC yang masuk dalam kalender Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI ini membawa dampak yang cukup baik untuk sektor perhotelan. Terbukti dari 2.500 kamar hotel yang tergabung dalam PHRI, mengalami lonjakan pengunjung. “Pasca-event, tingkat okupansinya mengalami penurunan,” imbuhnya.

Meningkatnya okupansi hotel secara tidak langsung juga menggairahkan usaha restoran dan kuliner. Oleh karena itu, event yang mendatangkan orang dari luar Jember ini memiliki dampak luar biasa.

Selain okupansi hotel, tingkat kunjungan wisata di Jember juga mengalami kenaikan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Bambang Rudianto. Dia mengatakan, meski belum ada data pasti kenaikan wisatawan di sejumlah destinasi yang ada, dia yakin jumlah pengunjung meningkat cukup drastis. “Sebelum dan sesudah JFC banyak yang jalan-jalan ke wisata di Jember,” tuturnya.

Dia juga menyebut, multiplier effect JFC cukup banyak dirasakan oleh masyarakat. Selain wisata dan hotel, pendapatan pelaku UMKM yang berjualan selama event juga mengalami peningkatan. (ham/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#Jember #JFC #phri #jfc 2024 #hotel jember