Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rekom PDIP Jatuh ke Petahana, Hendy Siap Tancap Gas Galang Koalisi

Radar Digital • Selasa, 30 Juli 2024 | 00:55 WIB
JADI ISYARAT: Hendy di Kantor PDIP Jember saat menyerahkan berkas pendaftaran ke DPC PDIP Jember, beberapa waktu lalu. MAULANA/RADAR JEMBER
JADI ISYARAT: Hendy di Kantor PDIP Jember saat menyerahkan berkas pendaftaran ke DPC PDIP Jember, beberapa waktu lalu. MAULANA/RADAR JEMBER

"Alhamdulillah, cita-cita lama saya ingin direkom oleh PDIP ini terwujud sekarang." 

Hendy Siswanto
Bupati Jember 

JEMBER, RADARJEMBER.COM - Langkah politik Bupati Jember Hendy Siswanto menjelang Pilkada Jember mulai menunjukkan perkembangan.

Setelah menanti cukup lama, petahana ini akhirnya memperoleh rekomendasi dari PDIP, tertanggal 26 Juli 2024.

Meski baru sebatas rekom penugasan yang diberikan PDIP, Hendy mengaku lega. Baginya, rekom penugasan PDIP ini istimewa sekaligus yang perdana diperolehnya.

"Alhamdulillah, cita-cita lama saya ingin direkom oleh PDIP ini terwujud sekarang," kata Hendy, Sabtu (27/7).

Hendy mengaku, saat awal pencalonannya memang belum berjodoh dengan PDIP. Namun, dia merasa banyak menimba pengalaman langsung dari PDIP melalui para politisi seniornya. Termasuk dari Ketua DPC PDIP Jember Arif Wibowo (AW).

"Tutor saya itu Mas AW (Arif Wibowo, Red). Beliau ini mentor saya dari awal. Memang, saat itu berhasil diuji, namun belum jodoh. Tapi, alhamdulillah sekarang rencana periode kedua, saya mendapatkan tugas dari PDIP. Tentu ini kebanggaan bagi saya," katanya.

Saat menjemput rekom itu dan bertemu dengan pimpinan DPP PDIP, Hendy mengaku telah menyatakan kesiapannya untuk membesarkan partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Saya sampaikan saat di DPP PDIP, saat menerima surat tugas ini, saya siap berbaju merah dan menjadi anggota PDIP, membantu PDIP dan membesarkan PDIP," jelasnya.

Hendy berpandangan, apa yang menjadi visi dan misi kerakyatan pada PDIP itu sejalan dengan apa yang diharapkan masyarakat. Oleh karenanya, dia memastikan akan menjalankan penuh apa yang sudah diperintahkan oleh PDIP.

"Saya siap, apa yang menjadi visi/misi PDIP yang tegak lurus, di Jember memang harus tegak lurus, bermanfaat bagi wong cilik, sejalan dengan visi misi PDIP, kami siap dan patuh menjalankan perintah dari visi/misi PDIP," imbuhnya.

Kendati begitu, Hendy mengakui memang rekom itu belum final. Dan kecukupan kursi kendati PDIP berlabuh mendukung dia, juga masih kurang.

Namun, Hendy cukup optimistis dinamika politik di Pilkada Jember ini akan terus dinamis. Terlebih, mayoritas parpol hari ini memang masih memberikan rekomendasi berupa penugasan.

"Tentunya untuk koalisi, kami akan berusaha keras bahwa kami serius, membangun koalisi ini, ada Golkar, PPP, Nasdem, PKS, dan PKB yang masih terbuka. Kami akan melobi, mengonsolidasi, dan kami siap menjalankan apa yang menjadi keinginan partai," imbuh Hendy.

Sebagaimana diketahui, dalam surat tugas DPP PDIP yang diteken Ketua beserta Sekjen; M. Prananda Prabowo dan Hasto Kristiyanto, tanggal 26 Juli kemarin, PDIP merekomendasi dua bacabup sekaligus. Yakni sang petahana, Bupati Jember Hendy Siswanto, dan legislator Gerindra, Muhammad Fawait.

Kedua nama ini masuk dalam radar PDIP, dan diminta untuk melakukan konsolidasi pemenangan sekaligus memanaskan mesin partai di internal PDIP, dengan deadline dua minggu, sejak surat tugas diteken.

"Menyiapkan koalisi partai pendukung untuk memenuhi/menambah syarat pendaftaran pasangan. Apabila bakal calon tidak dapat melaksanakan instruksi sebagaimana pada surat tugas ini, maka DPP PDIP akan melakukan evaluasi dan akan mempertimbangkan ulang," bunyi petikan surat penugasan PDIP yang diterima Jawa Pos Radar Jember.

Sekretaris DPC PDIP Jember Widarto membenarkan surat tugas yang diluncurkan DPP itu memang untuk dua bacabup sekaligus.

Menurut dia, baik Hendy maupun Fawait telah sama-sama meminang rekom PDIP, saat tahap penjaringan yang dilakukan di DPC PDIP Jember, beberapa pekan lalu.

"Mengapa ada dua nama? Ini bentuk kehati-hatian DPP PDIP. Mengingat Jember ini penting bagi kita, menjadi barometer politik juga bagi Indonesia. Karena itu, kita harus hati-hati dalam menentukan siapa yang akan direkom. Nantinya, DPP partai akan mengevaluasi, sejauh mana di antara beliau ini (Hendy dan Fawait, Red) yang menjalankan tugas-tugas yang telah diberikan dengan baik," jelas Widarto ketika dikonfirmasi, Minggu (28/7). (mau/c2/nur)

 

Editor : Radar Digital
#Jember #Bupati Hendy Siswanto #PDIP