radarjember.id - MUSIM kemarau telah tiba. Ini menjadi penanda bagi para petani untuk mulai menanam bibit tembakau.
Penanaman tembakau biasa dilakukan pada bulan April hingga Oktober. Penanaman pun mulai dilakukan petani, seperti di Desa/Kecamatan Mayang, Minggu (19/5).
Petani tembakau, Badri Hofifi, mulai melakukan penanaman pada siang hari saat cuaca sedang terik.
Hal itu terpaksa dilakukan karena bibit tembakau sebanyak 7.000 pohon yang ia pesan di daerah Kalisat baru tiba pada siang hari.
“Ini dicabut tadi pagi, barusan baru sampai. Harus segera ditanam sebelum layu,” ucapnya
Menurut petani dengan luas lahan 250 meter persegi itu, merawat tanaman tembakau harus disiplin.
Pemberian pupuk harus dilakukan rutin tiap minggunya. Begitu juga dengan pemberian obat hama. Jika tanaman tembakau terindikasi terserang hama, maka harus secepatnya diberi obat.
“Misal dipupuk hari Minggu, ya, seterusnya harus dipupuk di hari Minggu,” ucapnya.
Pemupukan pada tembakau usia satu hingga satu bulan setengah adalah pupuk urea yang dicampur dengan pupuk TSP.
Pupuk urea untuk mempercepat pertumbuhan tembakau, sedangkan TSP berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Setelah tembakau berusia satu setengah bulan lebih, pupuk TSP diganti dengan Phonska.
Serangan hama bukan menjadi sesuatu yang terlalu menakutkan bagi petani di daerah itu.
Sebab, ketika tanaman tembakau terserang hama ulat, hal itu bisa langsung diatasi dengan pemberian obat.
Ada juga hama yang oleh warga setempat disebut rok-kerok.
Hama kecil seperti wereng yang kotorannya dapat mengubah warna daun tembakau menjadi hitam.
Meski cukup sulit diatasi, hama ini tidak mengakibatkan tanaman tembakau mati.
Hanya sedikit mengurangi nilai jualnya saja.
Menurut petani berusia 42 tahun itu, risiko gagal panen pada tanaman tembakau cukup kecil, khususnya di Desa Mayang.
Menurutnya, lahan pertanian di daerah itu sangat subur, sehingga tanaman jarang terkena penyakit. Apalagi hingga gagal panen.
Baginya, hal yang bisa disebut gagal panen adalah ketika harga tembakau anjlok.
“Gagal panen atau tidak itu tergantung harga,” tuturnya. (mg3/c2/nur)
Editor : Radar Digital