LEDOKOMBO, Radar Jember - Indonesia memiliki beragam suku, budaya, bahasa, adat, hingga agama.
Meski berbeda, semua masyarakat masih bisa hidup berdampingan dengan semangat kebinekaan.
Hal itu merupakan kekayaan yang harus dijaga, dipupuk, dan dilestarikan secara berkelanjutan.
Jember pun dikenal memiliki cerita panjang berkaitan dengan toleransi. Terlihat dari banyaknya suku, agama, hingga tradisi.
Tak salah jika kabupaten ini disebut sebagai Bumi Pandalungan.
Oleh sebab itu, Jember dijadikan sebagai tempat pelaksanaan Tanah Air Itu Bhinneka (TAB) keempat.
Sebelumnya, acara tersebut digelar di Padang, Indramayu, serta Temanggung. Kegiatan yang diinisiasi oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) itu kali ini bekerja sama dengan Tanoker Jember.
Dimulai sejak kemarin (13/5) hingga 18 Mei mendatang.
Dengan berbagai kegiatan yang bertujuan memupuk toleransi umat beragama.
Founder Tanoker, Farha Ciciek, menyampaikan, acara tersebut merupakan satu wahana yang diperuntukkan bagi puluhan orang muda dalam belajar, mengenal, menerima, dan menghargai keberagaman.
Dengan terjun langsung hidup berdampingan di masyarakat. Mereka diberikan fasilitas untuk dapat belajar semangat toleransi dan kebersamaan yang bisa menjadi bekal pengetahuan yang akan dijaga dan dilestarikan.
“Toleransi harus diteruskan dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Cicik ini juga menegaskan, semangat kemanusiaan dan kebangsaan pemuda di Indonesia harus terus ditingkatkan.
Untuk mengukuhkan persatuan, perdamaian, dan keadilan.
Sehingga generasi penerus bangsa ini menjadi pihak antikekerasan, antiintoleransi, antidiskriminasi sebagai sesama warga Indonesia.
“Berbagi pengalaman dan keterampilan untuk melengkapi setiap peserta dan penyelenggara dalam melakukan kolaborasi lintas iman,” imbuhnya.
Diketahui ada enam agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Di tengah keberagaman tersebut, diharapkan semangat kemanusiaan dan kebangsaan generasi muda tetap terbangun.
“Tujuan akhirnya nanti terwujudnya persatuan, perdamaian, dan keadilan,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital