JEMBER, RADARJEMBER.ID – Intensitas curah hujan pada Jumat (8/3/2024) di wilayah Kecamatan Bangsalsari, Jemmber mengakibatkan terjdinya luapan air.
Luapan air dari sungai dan sawah menggenangi jalan nasional jurusan Jember – Surabaya.
Akibatnya terjadi antrian panjang kendaraan dari arah jember maupun dari Surabaya.
Genangan air ditengah jalan itu juga menggenangi rumah warga yang tidak jauh dari pinggir sungai dan jalan raya.
Meskipun air yang menggenangi ruas jalan nasional itu surut pada pukul 00.00, namun genangan air malah menggenangi ratusan rumah warga.
Rumah yang terdampak yakni warga Desa Langkap, Desa Sukorejo, Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari dan Desa Curahlele, Kecamatan Balung, jember.
Karena air mengalir kebagian hilir dan itu memang sudah menjadi langganan ketika terjadi hujan deras cukup lama.
Hujan terjadi pada Jumat (8/3/2024) itu bukan hanya Kecematan Bangsalsari yang terdampak , tetapi Desa Curahlele, Kecamatan Balung juga terdampak.
Malam harinya setelah jalan raya penghubung jember- Surabaya surut bagian hilir yang terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat, ada 674 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terdampak yakni tergenangi air.
Untuk ketinggian air di halaman rumah warga bervariasi antara 60 centimeter hingga 1 meter.
"Banjir musiman itu karena intenstitas curah hujan yang cukup tinggi. Akibatnya menyebabkan air sungai meluap dan menggenangai jalan raya serta pemukiman warga," kata Rokhim, warga Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Jember.
Ada warga yang tembok rumahnya ambrol dan sempat menimpa pemiliknya yakni Wicaksono, 45, warga Desa langkap. Tetapi pada Sabtu (9/3) pagi tepatnya pada pukul 00.00 (24.00) air yang menggenangi jalan nasional langsung surut.
Kapolsek Bangsalsari IPTU Joko Sumargo mengatakan, setelah jalan nasional itu surut, namun air masih menggenangi sejumlah rumah warga pada Sabtu (9/3) pagi.
"Untuk Jalan tersebut sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan roda 4 dan kendaraan besar lainnya," kata Sumargo.
Dia menjelaskan, banjir yang terjadi pada Jumat (8/3) sore hingga malam ada dua Kecamatan yang terdampak.
Berdampak di 2 kecamatan, dengan ketinggian air hingga mencapai 1 meter.
Selain menyebabkan kemacetan dan antrian kendaraan hingga cukup panjang.
Selain itu berdampak 674 kepala keluarga (KK), yakni 392 KK di Kecamatan Bangsalsari dan 282 KK, di Desa Curahlele Kecamatan Balung.
Pihaknya menghimbau, masyarakat selalu waspada ketika cuaca ekstrim, yang menyebabkan bencana banjir dan tengah longsor.
"Selain itu kami minta masyarakat untuk peduli lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan di sungai, karena sampah yang dibuang juga menyebabkan saluran tersumbat," katanya.(jum/bud).
Editor : Radar Digital