Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Angkat Tema Lingkungan, Pohon Natal Dibuat dari Hasil Kreativitas Anak-Anak Muda di Jember

Radar Digital • Senin, 25 Desember 2023 | 17:20 WIB
KREATIF: Peringatan Natal dengan kreativitas anak-muda di Gereja Hati Tersuci Santa Perawan Maria (HTSPM) Sempusari, Mangli.
KREATIF: Peringatan Natal dengan kreativitas anak-muda di Gereja Hati Tersuci Santa Perawan Maria (HTSPM) Sempusari, Mangli.

MANGLI, Radar Jember - Seluruh umat Kristen hari ini melaksanakan ibadah dan perayaan Natal. Biasanya pohon-pohon Natal mewarnai gereja, bahkan rumah-rumah jemaatnya. Ada beragam kreativitas yang bisa ditunjukkan seseorang melalui pembuatannya. Alih-alih menjadi keharusan, keberadaan pohon Natal rupanya hanya menjadi pernak-pernik tanpa memiliki makna khusus.

Diketahui beberapa minggu sebelum Natal, Gereja Hati Tersuci Santa Perawan Maria (HTSPM) Sempusari, Mangli, sudah menyiapkan empat pohon Natal dengan desain dan bahan yang berbeda. Ada yang berasal dari daun dan ranting pohon cemara sintetis, ciki-ciki, bambu, hingga kurungan ayam.

Pastor Paroki HTSPM Romo Bernard Teguh Kusdarmanto OCarm menjelaskan, pihaknya secara khusus mengangkat tema lingkungan dan budaya Jawa. Salah satunya tampak dari bahan dasar pembuatan pohon Natal. Pada perayaan Natal hari ini, para jemaat memakai kostum layaknya adat Jawa. “Tema lingkungan untuk penekanan bahwa bagaimana kita hidup di lingkungan alam dan saling menghargai,” terangnya.

Bentuk memperhatikan lingkungan hidup, sehingga dibuatlah pohon Natal bukan dari pohon aslinya. Selain itu, gereja juga bisa mengembangkan kreativitas anak-anak. Seperti pembuatan pohon yang dilakukan melalui Orang Muda Katolik (OMK) dan sekolah Minggu Katolik.

Pohon Natal baru diletakkan saat momen perayaan Natal tiba, meski sudah dibuat berhari-hari sebelumnya. Romo Bernard menyebutkan, tema besar Natal nasional tahun ini ialah kemuliaan bagi Tuhan dan damai di bumi bagi orang yang berkehendak baik. Lebih lanjut, ia menerangkan makna pohon Natal bagi umat Katolik sebatas penanda musim dingin di Eropa kala Sang Juru Selamat lahir ke dunia. Keberadaannya setiap Natal sebagai simbol kemeriahan dan kegembiraan, bukan inti dari perayaan Natal. “Pohon Natal tidak harus ada dan tak harus pakai cemara,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Pendeta Muda (Pdm) Gereja Sharon, Hani Samuel, bahwa bagi umat Kristen Protestan, adanya pohon Natal tidaklah wajib. Menurut dia, esensi Natal adalah kelahiran Sang Juru Selamat atau Yesus Kristus, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan pohon Natal.

Menurutnya, pohon Natal hanyalah menjadi pernak-pernik. Ujungya biasanya diletakkan dekorasi bintang dan dihiasi kerlap-kerlip lampu yang menandakan juru selamat sudah lahir dan membawa terang bagi dunia. “Jadi, tidak wajib dan tidak ada makna spesial di dalam pohon Natal,” pungkas Pdm Hani. (sil/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Natal