Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Imbas Kenaikan Harga Bidang Makanan, Sumbang Inflasi Inflasi Bulan Kemarin

Radar Digital • Kamis, 9 November 2023 | 16:40 WIB
DIJUAL: Warga menunjukkan beras yang dijual di Pasar tanjung. Komoditas beras menjadi penyumbang inflasi bulan lalu.
DIJUAL: Warga menunjukkan beras yang dijual di Pasar tanjung. Komoditas beras menjadi penyumbang inflasi bulan lalu.

SLAWU, Radar Jember - Inflasi month to month (mtm) atau bulanan Jember mengalami penurunan. Tingkat inflasi mtm pada Oktober dilaporkan sebesar 0,10 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 117,71. Berada pada posisi kedua terendah di Jawa Timur. Sedangkan inflasi year to day (ytd) sebesar 1,78 persen dan year on year (yoy) sebesar 3,18 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Tri Erwandi menjelaskan, inflasi bulan kemarin adalah imbas dari perubahan kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Mulai dari kelompok makanan, minuman, tembakau, pakaian dan alas kaki, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, transportasi, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, rekreasi, olahraga dan budaya, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. “Inflasi Jember pada Oktober 2023 terletak pada urutan ke-56 dari 90 kabupaten/kota yang melakukan perhitungan inflasi di Indonesia,” jelasnya.

Kelompok transportasi memberikan andil inflasi tertinggi, sebesar 0,44 persen. Disusul kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan inflasi sebesar 0,26 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi bulanan sebesar 0,02 persen. Ada kenaikan indeks dari bulan September sebesar 124,55 persen menjadi 124,57 persen.

Inflasi mtm pada subkelompok makanan sebesar 0,02 persen dengan andil inflasi 0,0061 persen. Ada sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada bulan kemarin. Disebutkan, beras masih menduduki penyebab inflasi bulanan tertinggi pada subkelompok makanan, sebesar 0,0268 persen. Pendatang baru adalah cabai rawit yang menyumbang inflasi bulanan 0,0222 persen. Selanjutnya, bawang merah 0,0143 persen, gula pasir 0,007 persen, dan mi kering instan 0,0049 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, lanjutnya, menyumbang inflasi yoy sebesar 1,9996 persen. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan di Jember ialah beras sebesar 0,6765 persen, rokok kretek filter 0,1671 persen, daging ayam ras 0,1318 persen, bawang putih 0,281 persen, serta rokok kretek sebesar 0,1168 persen.

Transportasi kerap menduduki inflasi bulanan tertinggi. Pada September lalu berada pada indeks 119,18 persen naik menjadi 119,71 persen. Andil inflasi bulanannya sebesar 0,0663 persen. Beberapa komoditas yang memberikan andil tertinggi ialah bensin sebesar 0,0624 persen, tarif kendaraan roda empat online 0,0034 persen, angkutan antarkota 0,0017 persen, dan solar 0,003 persen. (sil/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Inflasi #BPS