RADARJEMBER.ID – Jember bukan hanya dikenal dengan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga memiliki sejumlah tempat wisata religi yang memikat.
Sebagai bagian dari Indonesia yang penuh dengan keragaman budaya dan keagamaan, Jember memiliki sejumlah tempat wisata religi yang dapat dikunjungi sembari mendekatkan diri dengan sang pencipta.
Tak hanya itu, wisata religi juga dapat menambah wawasan tentang keberagaman budaya islam.
Berikut ini adalah 3 wisata religi di Jember yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai wilayah.
- Makam Habib Sholeh Tanggul
Makam Habib Sholeh Tanggul menjadi salah satu wisata religi di Kabupaten Jember yang paling ramai dikunjungi peziarah. Peziarah yang datang sangat banyak hingga memenuhi area makam. Khususnya menjelang hari besar Islam, seperti bulan Ramadhan atau hari raya Islam.
Habib Sholeh Al Hamid Tanggul adalah seorang ulama besar asal Yaman yang merantau ke Jember. Kewalian Habib Sholeh Tanggul tidak diragukan lagi. Dia adalah seseorang yang doanya selalu terkabul dan dicintai serta dihormati oleh banyak orang.
Beliau wafat di Tanggul sesaat setelah berwudhu sebelum shalat Magrib pada 2 Oktober 1976. Habib Sholeh dimakamkan keesokan harinya, 3 Oktober 1976, selepas shalat Dhuhur di sebelahnya.Kiblat Masjid Riyadus Sholihin di Jalan Kemuning, Krajan, Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul.
Lokasi Makam Habib Sholeh Tanggul sangat strategis dan mudah diakses, yakni di Jl. Kemuning, Krajan, Tanggul, Jember. Selain lokasinya yang mudah ditemukan, makam Habib Sholeh Tanggul juga memiliki tempat parkir yang sangat luas dan jaraknya cukup dekat dengan area makam.
- Makam KH. Muhammad Shiddiq, Muhammad Shiddiq adalah ulama yang berperan dalam berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Sebelum Kiai Hasyim Asy'ari mendirikan NU, ia terlebih dahulu meminta dukungan beberapa ulama terkemuka, di antaranya KH. Muhammad Siddiq. KH. Muhammad Shiddiq meninggal pada tanggal 9 Desember 1934 pada bulan Desember.
Hingga saat ini, makam yang terletak di sisi Jalan Raya Kaliwates, Kabupaten Jember, masih ramai dikunjungi peziarah. Meski tempatnya tidak terlalu besar, namun terdapat mushola dan toilet. Para peziarah yang hendak memasuki kawasan makam KH. Muhammad Shiddiq hanya perlu membayar infaq seikhlasnya.
- Masjid Raudhatul Muchlisin
Masjid Raudhatul Muchlisin pertama kali dibangun pada tahun 1978. Awalnya merupakan masjid kecil, namun setelah mengalami masa renovasi dan rekonstruksi pada tahun 2014 hingga 2017, masjid ini mampu menampung 2.500 jamaah.
Masjid ini memiliki arsitektur dan dekorasi khas Turki dan Jazirah Arab. Masjid Raudhatul Muchlisin berhiaskan emas dan dipenuhi kaligrafi ayat Al-Qur'an dan Asmaul Husna menjadikannya tempat ibadah favorit umat Islam yang ada di Jember. (mm2)
Masjid Roudhotul Muchlisin bisa dikunjungi kapan saja karena buka 24 jam sehari dan tidak dikenakan biaya masuk. Masjid Roudhotul Muchlisin terletak di Jalan Gajah Mada 165, Kaliwates Kidul, Kaliwates, Kecamatan Kaliwates. (mm2/bud)
Editor : Radar Digital