SUMBERSARI, Radar Jember – Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 diikuti oleh ratusan orang yang tidak siap berkas. Akibatnya, pada tahapan administrasi, banyak sekali yang gugur. Namun demikian, masih ada masa sanggah untuk para pendaftar yang berkasnya belum beres.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember Sukowinarno menyampaikan, jumlah pendaftar PPPK tahun ini mencapai 2.108 orang. Dari jumlah itu, yang dinyatakan lolos administrasi baru 1.542 orang. Sisanya, 566 orang dinyatakan tidak lolos. "Pengumuman kali ini adalah hasil seleksi administrasi, nanti akan dikerucutkan lagi," katanya saat dikonfirmasi, kemarin (19/10).
Suko menyebut, jumlah pelamar terbanyak di formasi tenaga teknis. Meski hanya tersedia 109 posisi, jumlah pelamarnya mencapai 1.143 orang dan 701 di antaranya dinyatakan lolos administrasi.
Kemudian, terbanyak kedua ada di posisi tenaga kesehatan (nakes) yang tersedia 66 formasi. Jumlah pelamarnya mencapai 926 orang, dan yang dinyatakan lolos administrasi sebanyak 802 orang. Formasi yang bikin ketar-ketir justru di posisi guru, yang hanya menyediakan 26 formasi. Jumlah pelamarnya hanya 39 orang. BKPSDM menyatakan semua pelamar lolos pemberkasan atau administrasi. "Untuk yang pelamar guru ini nihil (yang tidak lulus administrasi, Red)," imbuh Suko.
Mengenai jumlah pelamar untuk posisi guru yang sangat kecil itu, Suko belum mengungkapkan lebih jauh. Namun, dia menegaskan bahwa tenaga teknis menjadi posisi yang paling dibutuhkan. "Pelamar untuk posisi guru memang sedikit, yang dibutuhkan tenaga teknis," jelasnya.
Saat ini sudah masuk masa sanggah, jawaban atas sanggahan, dan pengumuman pascasanggah, terhitung sejak 19–28 Oktober 2023. “Pengerucutannya sesuai jadwal dan tahapan pada pelaksanaan seleksi kompetensi pada 10 Nopember sampai 4 Desember 2023, dan pengumuman kelulusan pada 6–15 Desember 2023," katanya.
Sebelumnya, kabar formasi untuk posisi guru dalam PPPK 2023 ini juga disesalkan oleh Ketua PGRI Jember Supriyono. Menurutnya, perlu ada perekrutan besar-besaran untuk posisi guru, mengingat gelombang pensiun ASN guru banyak berakhir di tahun 2023 ini. (mau/c2/nur)
Editor : Safitri