Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sudah Sering Ditertibkan, Gepeng Bawa Anak Ngemis di Lampu Merah Jember Tak Pernah Kapok

Radar Digital • Jumat, 20 Oktober 2023 | 17:00 WIB
“Mereka merasa masih kurang, sehingga mengemis di jalan raya.”  AHMAD HELMI LUKMAN  Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jember 
“Mereka merasa masih kurang, sehingga mengemis di jalan raya.” AHMAD HELMI LUKMAN Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jember 

SUMBERSARI, Radar Jember - Meski sudah sering ditertibkan, keberadaan pengamen dan pengemis, atau lebih sering disebut gepeng, masih banyak berkeliaran di lampu merah. Bahkan ada yang membawa anak untuk menarik simpati para pengendara. Hal tersebut tentu menjadi pemandangan yang tak elok untuk dilihat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jember Ahmad Helmi Lukman mengatakan, para gepeng yang ada di jalan raya sudah sering ditertibkan. Pihaknya bekerja sama dengan satpol PP setempat dalam penertibannya. Kemudian, diberikan pembinaan di Liposos agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. “Kami juga libatkan RT dan RW di tempat tinggalnya. Untuk pembinaan berkesinambungan,” katanya.

Selain pembinaan, sinergi dengan RT dan RW juga bertujuan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan sudah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan sudah menerima bantuan, atau sebaliknya. Selama ini, para gepeng itu rata-rata disebutnya sudah mendapatkan bantuan itu. “Mereka merasa masih kurang, sehingga mengemis di jalan raya,” katanya.

Mengenai pengemis yang membawa anak, Helmi menyebut, hal itu bisa masuk dalam kategori eksploitasi anak. Hal inilah yang menjadi pembahasan utama yang disampaikan oleh Dinsos kepada gepeng yang diamankan atau ditertibkan. “Kalau melakukan lagi, mau tidak mau kami akan melakukan tindakan lebih lanjut,” tegasnya.

Untuk memastikan gepeng tidak kembali ke jalanan, Helmi mengatakan masih mengandalkan RT dan RW tempat tinggal mereka untuk pengawasan berkala. Terlebih sebelumnya mereka diberikan fasilitas pelatihan, baik di tingkat provinsi maupun balai besar kementerian. “Kalau misal dia punya anak, kami juga perbolehkan untuk dibawa mengikuti pelatihan. Jadi, tidak dipisah,” ujarnya.

Terpisah, Kasatpol PP Jember Bambang Saputro mengatakan, untuk mengantisipasi gepeng berkeliaran di jalanan, dilakukan patroli rutin. Namun, tak jarang mereka kembali ke jalan dengan sederet alasan. “Setelah diamankan, kami berikan pembinaan lebih lanjut bersama Dinas Sosial melalui Liposos,” pungkasnya. (ham/c2/mau)

Editor : Radar Digital
#Jember #gelandangan dan pengemis