Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dibangun Oleh Belanda, Begini Kisah Sejarah Pabrik Gula Semboro Jember

Radar Digital • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 22:15 WIB
Sumber foto: Antara news
Sumber foto: Antara news

 

RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar nama Pabrik Gula Semboro.

 

Pabrik gula yang beralamatkan di Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember ini memiliki sejarah yang cukup panjang.

Pabrik ini telah dibangun oleh pemilik swasta dari Belanda, yakni HVA (Handels Vereningning Amsterdam) sejak tahun 1921. Pabrik ini dibangun dengan kapasitas giling sebanyak 24.000 kuintal tebu setiap 24 jam.

 

Pabrik Gula Semboro siap beroperasi menggiling tebu pada tahun 1928.

 

Pada tahun 1930 hingga tahun 1932 pabrik mulai menggiling tebu dengan kapasitas penuh, dengan luas lahan 2.103 Ha.

Pada tahun 1933 hingga 1939 kegiatan terhenti, dan pada tahun 1940 penggilingan tebu kembali dilanjutkan dengan luas  1.271,4 hektar.

 

Dari tahun 1941 hingga 1949, operasi dihentikan lagi selama Perang Dunia II, Indonesia pada masa pendudukan Jepang, dan Perang Kemerdekaan.

 

Pada masa pendudukan Jepang, kegiatan Pabrik Gula Semboro ditutup karena lokasi pabrik tersebut digunakan sebagai pabrik minuman soda untuk memenuhi kebutuhan pemerintah Jepang.

Setelah kemerdekaan Indonesia sampai tahun 1949 Pabrik Gula Semboro digunakan sebagai pabrik senjata untuk memasok senjata kepada para pejuang Indonesia yang melawan penjajah Belanda yang ingin merebut kembali Indonesia.

 

Pada masa setelah kemerdekaan, tepatnya tahun 1950 Pabrik Gula Semboro kembali beroperasi sampai berakhirnya penjajahan bangsa asing pada tahun 1957. Saat itu semua perusahaan asing diambil alih oleh pemerintahan Republik Indonesia.

 

Setelah diambil alih oleh pemerintah Indonesia hingga tahun 1968, Pabrik ini menjadi bagian salam PPN Inspektorat VIII yang berada di Jalan Jembatan Merah, Surabaya.

 

Kemudian tahun 1975, Pabrik Gula Semboro menjadi bagian dalam lingkungan PT. Perkebunan XXIV-XXV (Persero) yang berlokasi di Jalan Merak No. 1 Surabaya.

 

Pada tahun 1982-1983 terjadi kenaikan kapasitas penggilingan di PG. Semboro, yang awalnya 24.000 kuintal per hari menjadi 54.000 kuintal. (mm2/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #sejarah #pabrik gula