Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Riska Lestary, Awali Bisnis Motor Custom dari Sekadar Iseng

Radar Digital • Minggu, 1 Oktober 2023 | 17:00 WIB
KEREN: Riska Lestary menaiki sepeda motor custom. Ini salah satu jenis motor custom yang dia modif dan rakit sendiri di bengkelnya.
KEREN: Riska Lestary menaiki sepeda motor custom. Ini salah satu jenis motor custom yang dia modif dan rakit sendiri di bengkelnya.

RAMBIPUJI, Radar Jember – Keisengan akan sesuatu ternyata bisa menjadi pilihan gaya hidup. Begitulah yang dirasakan Riska Lestary. Perempuan yang kini menerima banyak pesanan pembuatan sepeda motor custom.

Kisah perjalanannya dengan motor custom dimulai pada tahun 2020. Pada saat itu, Riska hanya membuat konten seputar motor di platform TikTok. Tak disangka kontennya itu mendapatkan sambutan positif dari banyak orang karena terpesona dengan beragam motor yang ditampilkan.

Dengan semakin banyaknya pertanyaan dan permintaan untuk membuat motor custom sendiri, perempuan asal Desa Curah Malang, Kecamatan Rambipuji ini mulai mempertimbangkan untuk menjadikan motor custom sebagai bisnis yang akan dia jalani. “Dari iseng, kemudian banyak yang menanyakan tentang motor. Saya melihat peluang bisnis ada di sana,” ungkapnya.

Dia mulai menerima pesanan untuk memodifikasi sepeda motor sesuai keinginan pelanggan. Motor pertama yang dimodifikasi yaitu Bajaj Pulsar. Modifikasi itu sukses. Bisnisnya pun berkembang pesat. Kini, dia memiliki dua bengkel motor custom yang sudah dikenal di kalangan pencinta sepeda motor custom di Kabupaten Jember. “Awalnya hanya modifikasi di rumah karena masih belum punya bengkel,” terang Riska.

Waktu berlalu, bisnis motor custom yang ia jalani memunculkan kecintaan Riska terhadap motor custom. Saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu, dia memamerkan motor customnya yang berbasis Honda Megapro Primus. Menurutnya memiliki motor custom ada kelebihan dan kekurangannya.

“Kelebihannya keren, karena motor kita beda dari yang lain. Kalau kekurangannya jelas ribet. Jika menggunakan basis motor dengan mesin besar tentu boros bahan bakar. Dan karena custom, motor sudah tidak standar,” jelasnya.

Mengendarai motor custom tak memunculkan kekhawatiran bagi perempuan 18 tahun ini. Menurutnya banyak bengkel yang bisa menangani motor custom ketika sewaktu-waktu motor bermasalah di jalan. “Banyak bengkel yang bisa, bahkan bengkel pinggir jalan juga bisa servis,” tuturnya. (mg2/nur)

Editor : Radar Digital
#Bisnis #motor custom