Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ahmad Suryadi, Mantan Pedagang Buah di Dalam Pasar Sabtuan, Sebulan Pembelinya Pernah Tak Sampai 10 Orang

Radar Digital • Selasa, 5 September 2023 | 18:20 WIB
SEGAR: Ahmad Suryadi, pedagang buah pinggir Jalan dr Soebandi, Kreongan, Patrang, yang menjajakan beragam buah.
SEGAR: Ahmad Suryadi, pedagang buah pinggir Jalan dr Soebandi, Kreongan, Patrang, yang menjajakan beragam buah.

Berjualan buah menjadi pekerjaan utama Ahmad Suryadi. Dia menjajakan dagangannya di trotoar daerah Jalan dr Soebandi, Kreongan, Patrang. Rupanya dia dulu pernah berjualan buah di dalam Pasar Tegal Besar.

SENYUM lebar muncul di wajah Ahmad Suryadi saat pembeli datang kepadanya. Dia pun langsung berdiri untuk memberikan pelayanan kepada konsumen. “Oh, ini mangga Jember, kalau Situbondo-an sebelah sana,” ucap Suryadi kepada calon pembeli.

Pria asal Kelurahan Kebonsari tersebut menjajakan buah menggunakan mobil bak terbuka di Jalan dr Soebandi, Kreongan, Patrang. Sehari-harinya dia begitu menikmati profesinya sebagai pedagang buah. Terkadang pelantang suara wireless menjadi media mendengarkan lagu favoritnya.

Walau Suryadi nampak nyaman-nyaman saja berjualan buah, tapi dulu dia juga merasakan hal pahit. “Dulu, ya, sering gelisah jualan buah,” ungkapnya. Namun, jualannya bukan di trotoar Jalan dr Soebandi seperti saat ini. Melainkan di dalam pasar.

Dia berjualan buah pertama kali di dalam Pasar Tegal Besar atau yang lebih dikenal Pasar Sabtuan. Menurutnya, sepinya pembeli buah di Pasar Sabtuan disebabkan oleh kehadiran pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan. “Pembeli tidak mau capek-capek beli di dalam pasar, karena di luar sudah ada,” terangnya.

Waktu itu, dirinya berjualan di dalam Pasar Sabtuan selama dua tahun. Selama dua tahun itu pula dia harus bayar uang sewa lapak dan iuran di dalam pasar. Namun, sangat jarang mengalami ramai pembeli. Bahkan dulu pernah selama satu bulan pembelinya tak sampai sepuluh orang. Akibatnya, buah dijajakan, terancam busuk, dan tidak bisa dijual lagi.

Dia mengungkapkan, kehadiran para pedagang buah yang berjualan di luar pasar membuat para pedagang yang berdagang di dalam menjadi iri. Sebab, PKL di luar pasar tidak repot-repot bayar sewa. Hanya bayar iuran, sudah cukup. Bahkan tempatnya sangat strategis. Di depan pasar. Sedangkan yang tertib jualan di dalam pasar malah sepi.

Mengetahui hal itu, tidak sedikit pedagang buah di dalam Pasar Sabtuan mengikuti jejak pedagang di pinggir jalan. “Jadi banyak yang ikut-ikutan jualan di luar. Saya juga termasuk jualan di trotoar akhirnya, tapi tidak memilih di depan Pasar Sabtuan,” ucapnya.

Jika kondisi itu dibiarkan, PKL di depan Pasar Sabtuan tidak ditertibkan atau setidaknya diatur jam bukanya, menurutnya, bakal banyak pedagang dalam pasar yang gulung tikar. “Mereka (pedagang, Red) memberanikan diri sewa lapak di dalam pasar karena sebelumnya pasar tersebut sangat ramai. Apalagi lokasinya berada di area Kota Jember. Jelas itu merupakan potensi besar dapat untung,” terangnya.

Suryadi menjelaskan, dulu sebelum adanya pedagang di luar pasar, pedagang buah di dalam cukup ramai. Bahkan, Suryadi menyebutkan, setiap bulan bisa mendapatkan omzet Rp 5 juta. Namun, setelah kehadiran pedagang luar, omzet pedagang buah di dalam pasar langsung anjlok. “Jelas pembeli lebih memilih yang di luar, tak perlu capek turun motor dan masuk ke pasar,” ucapnya.

Dirinya berharap pemerintah daerah konsisten dalam menegakkan peraturan kawasan yang dipergunakan para pedagang di luar pasar. Sebab, menurutnya, potensi pembeli di luar Pasar Sabtuan lebih ramai daripada di dalam pasar. Hal itu karena antara penjual di dalam dan di luar jaraknya berdekatan.

Menurutnya, jika nanti pemerintah sudah menertibkan pedagang buah yang ada di luar, maka Suryadi berencana akan kembali sewa lapak dan menjual buah di Pasar Sabtuan. Hal itu dilakukan karena Pasar Sabtuan lebih prospek ketimbang di Pasar Kreongan. “Saya lebih suka jual di sana (Pasar Sabtuan, Red), karena potensinya besar. Banyak perumahan di daerah sana,” pungkasnya. (c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#pedagang buah #pedagang kaki lima