Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ketua Kwarda Jatim Terima Lencana Emas

Safitri • Sabtu, 3 Juni 2023 | 17:18 WIB
UNTUK SELURUH PRAMUKA: Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil saat menerima penghargaan lencana emas Jer Basuki Mawa Beya dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf
UNTUK SELURUH PRAMUKA: Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil saat menerima penghargaan lencana emas Jer Basuki Mawa Beya dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf
SURABAYA, Radar Jember - Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur HM Arum Sabil menerima penghargaan lencana emas Jer Basuki Mawa Beya dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini. Penghargaan diberikan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (1/6). Penghargaan itu diberikan kepada Arum Sabil karena dinilai memiliki kontribusi positif terhadap pembangunan di Jawa Timur. Selain Arum Sabil, penghargaan serupa diberikan kepada Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, dan petani blitar penemu pupuk Biosaka.

BACA JUGA : Promotor Ohm Pawat & Tay Tawan Buka Penjualan Tiket pada 5 Juni 2023

Arum Sabil menerima penghargaan lencana emas atas jasanya mengembangkan hortikultura dan integrated farming selama lebih dari 20 tahun sebagai Ketua Saka Taruna Bumi. Penghargaan itu berdasar SK Gubernur Jawa Timur Nomor 188/250/KPTS/013/2023.

Arum Sabil mengatakan, dia merasa sangat terhormat mendapatkan penghargaan tersebut. Karena itu, dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Khofifah. Namun, dia menegaskan, penghargaan kepada dirinya itu hanya simbolik. “Sesungguhnya penghargaan itu untuk seluruh Pramuka di Jatim. Saya hanya simbolis menerimanya, karena kegiatan Pramuka di Jatim itu tidak berdiri sendiri. Semua adalah kerja sama, gotong royong untuk membangun Pramuka Jatim lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Arum.

Ia berharap ke depan Pramuka Jatim makin sigap dan siap membantu mengatasi berbagai persoalan di masyarakat. Baik bencana alam, wabah, maupun segala urusan kemanusiaan dan lingkungan. Dia menegaskan, Pramuka Jatim akan selalu hadir bersama masyarakat dan pemerintah provinsi.

Jejak Pengabdian HM Arum Sabil

HM Arum Sabil, tokoh asal Tanggul, Kabupaten Jember, itu memiliki jejak panjang dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Pun dalam bidang kepanduan, sejatinya Arum sudah mengabdi sejak lama.

Arum menjadi Ketua Saka Taruna Bumi di Jember sejak 21 tahun lalu. Dunia pertanian dan perkebunan adalah fokus pengabdian hidupnya. Dia juga mendirikan dan mengelola serta memimpin Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi dan telah berjalan selama 22 tahun.

Dua setengah tahun terakhir, Arum Sabil mengemban amanah sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur sampai hari ini. Dia merupakan inisiator Pramuka produktif.

Pramuka produktif itu fokus pada pertanian, peternakan, dan perkebunan melalui pengembangan pusat-pusat pelatihan pertanian. Dia menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian dan sejumlah asosiasi terkait di Jatim.

Arum Sabil juga aktif dan berkelanjutan dalam kegiatan kemanusiaan dan pelestarian lingkungan, pendidikan, kesehatan, juga ekonomi. Arum aktif dan berkelanjutan secara konsisten menerapkan sistem pertanian terintegrasi dengan peternakan organik yang hasilnya sehat dikonsumsi masyarakat.

Saka Taruna Bumi memiliki peran untuk menjadi pelopor kemandirian pangan dan energi terbarukan mulai dari masalah teknologi bagi yang tidak memiliki lahan pertanian, hingga inovasi yang harus dilakukan bagi pemilik lahan agar produktivitas hasil panennya tinggi.

Untuk itu, ia secara konsisten menerapkan irigasi penggunaan air yang efisien dengan sistem irigasi tetes. Memanfaatkan energi terbarukan tenaga surya dioperasikan dan dikendalikan dengan smartphone.

Arum juga aktif dan secara berkelanjutan terus mengembangkan riset pembuatan dan penggunaan pupuk pestisida serta pakan ternak organik. Arum Sabil mengatakan, pangan dan energi menjadi persoalan serius yang akan dihadapi pada 30 tahun mendatang. Mengingat, lahan pertanian terus berkurang dari tahun ke tahun. Sementara jumlah penduduk terus bertambah.

Dikatakan, setiap tahun lahan pertanian terus berkurang. Dari 12,5 juta hektare menjadi 7,4 hektare. Sementara, jumlah penduduk terus bertambah dan mencapai 270 juta jiwa. “Kondisi ini akan menjadi masalah serius. Kita bisa mengalami krisis pangan dan energi jika tak diantisipasi," ujarnya.

Aktif di Kebencanaan

Sebagai Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil selalu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung program Pemprov Jatim. Tak hanya dalam bidang pertanian, tapi juga banyak terobosan yang dilakukan.

Antara lain menggagas dan melaksanakan kegiatan Pramuka sistem perkemahan sehat era pandemi. Juga pembangunan 50 unit hunian sementara bagi penyintas erupsi Gunung Semeru yang melibatkan 500 Pramuka. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap.

Kemudian, penyerahan bantuan bencana gempa bumi di Malang dan Lumajang. Bantuan itu berupa sembako, matras, selimut, karung, pakaian baru dan layak pakai, serta sejumlah kebutuhan bayi.

Di bawah kepemimpinan Arum Sabil, Pramuka Jatim terlibat langsung dalam penanganan bencana alam erupsi Gunung Semeru sejak 5 Desember hingga 31 Desember 2021. Yakni dengan membantu warga mengevakuasi hewan ternak dan memberikan pakan ternak sesuai kebutuhan. Selain itu, aktivitas-aktivitas lain untuk mengurangi dampak bencana. Arum juga mengerahkan anggota Pramuka untuk membantu para peternak menghadapi penyakit kuku dan mulut (PMK) di wilayah Jatim, baru-baru ini.

Bukan hanya peduli pada bencana pandemi, letusan Semeru dan PMK di Jatim, Arum Sabil juga peduli pada penanganan bencana di luar provinsi. Seperti musibah gempa bumi di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Arum Sabil mengirimkan bantuan 8 unit genset kapasitas 3.500 watt, 13 buah tandon kapasitas 2.500 meter, beserta instalasi listrik dan air. Genset tersebut mampu menerangi 35 wilayah pengungsian. Tim Arum Sabil juga membangun 23 titik air bersih di pengungsian.

Sementara itu, saat terjadi bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dia terjun langsung membantu proses pemulihan dengan mengirimkan bantuan berupa 20 tandon kapasitas 24.000 liter, 20 unit genset 23.000 watt, matras 70 lembar, terpal tenda 100 buah, popok 1.200 buah, instalasi genset, instalasi tandon air, serta santunan kepada anak-anak dan masyarakat di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Program pemulihan bencana itu terus berlanjut pada 19-25 Februari 2023, dengan program pembangunan 10 unit hunian sementara, 5 sekolah darurat, 2 unit rumah bagi anak yatim piatu, pembangunan 2 masjid, dan bantuan 400 paket perlengkapan sekolah (tas dan isi kelengkapan sekolah) bagi siswa yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak mana pun.

Atas segala jasa itulah, Gubernur Khofifah memberikan penghargaan Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya. Ini merupakan kali kedua Arum Sabil menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya. Pada November 2022, tepat saat Hari Pahlawan, dia mendapat penghargaan Jer Basuki Mawa Beya perak. Pada Hari Lahir Pancasila, 1 Juni kemarin, dia menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Bea emas. (ras/c2) Editor : Safitri
#Jember