Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengasihi Sesama Umat Manusia, Pesan dalam Peringatan Kenaikan Isa Almasih

Safitri • Jumat, 19 Mei 2023 | 17:14 WIB
SERENTAK: Ratusan jemaat melangsungkan ibadah misa yang dipimpin Romo Thomas Onggo Sumaryanto O Carm, di Gereja Katolik, Santo Yusup Jember, kemarin (18/5).
SERENTAK: Ratusan jemaat melangsungkan ibadah misa yang dipimpin Romo Thomas Onggo Sumaryanto O Carm, di Gereja Katolik, Santo Yusup Jember, kemarin (18/5).
KEPATIHAN, Radar Jember - Pada hari Kenaikan Isa Almasih, Gereja Katolik Santo Yusup Jember menggelar misa dengan tema Keadilan Ekologis bagi Seluruh Ciptaan, Semakin Mengasihi dan lebih Peduli. Ibadah tersebut berlangsung khidmat diiringi lagu keagamaan.

BACA JUGA : Terekam CCTV Tawuran Anak SMA Bawa Pentungan Serta Mercon

Pastor Rekan Gereja Katolik Santo Yusup Jember, Romo Yohanes Adrianus Muga O Carm, menjelaskan, makna Kenaikan Isa Almasih yaitu umat Katolik yang mengimani Tuhan Yesus saat naik ke surga. Pada saat kenaikan Isa Almasih, akan diperingati setiap satu tahun sekali. “Salah satu cara Tuhan mendekatkan diri dengan manusia, dia datang ke dunia ini,” ujarnya.

Makna Kenaikan Isa Almasih yaitu memperingati terangkatnya Yesus Kristus ke surga setelah 40 hari kebangkitannya. Gereja Santo Yusup menggelar ibadah misa sebanyak tiga kali. Di antaranya pukul 06.00, pukul 08.30, dan pukul 17.00. “Kami menggelar ibadah sebanyak tiga kali dalam sehari,” terangnya.

Jemaat yang hadir di gereja ini kurang lebih sekitar 1.659 orang. Khusus ibadah misa pada pukul 17.00 dipimpin oleh Romo Thomas Onggo Sumaryanto O Carm. Selama ibadah berjalan, petugas keamanan dari TNI dan Polri Jember juga terlihat mengamankan lokasi gereja.

Yohanes melanjutkan, dirinya berharap warga di Jember saling meningkatkan moderasi beragama. Menurutnya, tingkat moderasi beragama di Jember juga sudah sangat bagus. “Kita harus saling mengasihi antarsesama manusia. Dan itu diajarkan oleh semua agama yang ada,” tuturnya.

Sementara itu Humas Gereja Katolik Santo Yusup Jember Fransiskus Xaverius Yiddi Purwa Mardianta menjelaskan, moderasi beragama bukan sekadar teori. Namun, dirinya merasa bahwa toleransi antarumat beraga di Jember sangat terasa. “Kita sejatinya adalah saudara. Kalau kita iman dan taat kepada setiap ajaran agama, maka akan meningkatkan rasa toleransi,” bebernya. (faq/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember