BACA JUGA : Kisah Kelam Ismi Dahlia Dulu Dicela, Kini Pendamping KUMKM 4 Kota
Prakirawan Meteorologi dan Geofisika Muda dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang, Meilani, menjelaskan, berdasarkan analisis dari BMKG, saat ini sedang terjadi hari tanpa hujan di beberapa daerah, termasuk Jember. “Hari tanpa hujan adalah hari dengan curah hujan kurang dari 1 milimeter per hari atau curah hujan ringan,” paparnya.
Dia menjelaskan, untuk Jember, hari tanpa hujan tergolong pendek. Artinya, masih ada kemungkinan turun hujan. Analisis monitoring terkait informasi hari tanpa hujan dilakukan setiap 10 hari sekali.
Sementara, tanggal 11–20 Januari, dari data analisis BMKG untuk wilayah Jember masih berpotensi hujan. Dari masing-masing kecamatan, potensi hujan bervariasi. Ada yang tiga hari hujan, ada juga yang empat hari hujan. Hari tanpa hujan paling lama di wilayah Kencong, Patrang, dan Panti. Yaitu, 7 hari tidak hujan dan tiga hari hujan.
Dirinya menyampaikan, 20 Januari nanti diperkirakan akan turun hujan di berbagai wilayah, termasuk Jember. Namun, intensitasnya bervariasi, mulai dari rendah hingga menengah. “Dengan perincian curah hujan tidak lebih dari 75 milimeter,” tuturnya.
Meilani menerangkan, fenomena cuaca panas, yaitu hari tanpa hujan, yang saat ini sedang terjadi bukan karena telah memasuki musim kemarau. Melainkan karena adanya fenomena perubahan pola angin. Seperti adanya aktivitas pusat tekanan rendah di belahan bumi utara dan perairan sebelah timur Filipina. “Karena hal itu menghambat aliran udara dingin dari Asia menuju Indonesia. Serta membuat kondisi dinamika atmosfer yang cenderung stabil dan kering, sehingga mendukung cuaca cerah seperti saat ini,” pungkasnya. (ben/c2/dwi) Editor : Safitri