BACA JUGA : Video Upeti Tambang Bakal Dipolisikan Oleh Hendra Kurniawan
Bagian dalam jas hujan biasanya pengap dan bisa membuat berkeringat lebih banyak. Belum lagi jas hujan terkena cipratan tanah, juga bisa membuatnya kotor. Nah, bila tetap disimpan dan dilipat dalam kondisi basah, maka dapat dipastikan keesokan harinya akan berbau.
Menurut Rahmat Hidayat, penjual jas hujan, perlu penanganan dan perawatan yang tepat agar jas hujan tidak kotor serta menimbulkan bau tak sedap. Banyak cara yang dapat dilakukan. Mencuci secara berkala merupakan satu di antaranya. “Mencucinya lebih aman dengan manual atau dengan tangan. Bisa dicuci seminggu sekali,” tuturnya.
Menurut Rahmat, mencucinya sangatlah mudah. Hanya dengan merendam dalam ember yang telah terisi larutan deterjen. Setelah itu, dapat disikat apabila ada noda kotoran pada jas hujan.
Rahmat melanjutkan, setelah mencuci jas hujan, sebaiknya langsung dijemur di tempat yang berangin. Sebab, pada dasarnya jas hujan dirancang untuk tahan terhadap air dan panas matahari. Sehingga tidak masalah menjemur jas hujan yang baru dicuci langsung di bawah sinar matahari.
Selain rutin mencuci, menjemur setelah pemakaian juga penting. Hal itu dapat menghindarkan jas hujan dari bau tidak sedap. “Terkadang, meskipun sudah dijemur setelah pemakaian, tetap saja bau. Sehingga dengan kondisi tersebut berarti sudah waktunya untuk mencuci jas hujan itu,” pungkasnya. (mg2/c2/nur) Editor : Safitri