Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

PSK Pinggir Jalan Jarang Dikontrol

Safitri • Senin, 26 September 2022 | 19:22 WIB
LAYANI PEMBELI: Seorang perempuan meracik kopi di warung sekitar Jatian, Kaliputih, Kelurahan/Kecamatan Rambipuji.
LAYANI PEMBELI: Seorang perempuan meracik kopi di warung sekitar Jatian, Kaliputih, Kelurahan/Kecamatan Rambipuji.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Warung panjang atau remang-remang di sekitar Jatian, Kaliputih, Desa/Kecamatan Rambipuji, seperti warung pada umumnya. Namun, di tempat ini banyak pekerja seks komersial (PSK) yang hampir setiap malam disinggahi oleh banyak pria hidung belang.

BACA JUGA : Harus Konsumsi Obat Secara Rutin, HIV/AIDS Penyakit Tanpa Obat Penyembuh

Suasana malam itu memang cukup dingin. Maklum, jam sudah menunjukkan pukul 00.30. Sebagian warung belum tutup. Kebanyakan hanya menjual kopi. Kalaupun ada makanan, malam itu hanya mi instan. Di dalam warung hanya ada satu perempuan sebagai penjual. Namun, ada pula warung yang di dalamnya terdapat lebih dari satu perempuan. Sesekali mereka keluar dan bersikap ramah kepada siapa saja yang datang.

Meski terlihat sama seperti warung pada umumnya, rupanya warung-warung itu menjadi tempat sejumlah perempuan malam yang menawarkan diri kepada pria hidung belang. Seorang perempuan yang mengaku montok kepada Jawa Pos Radar Jember menyebut, perempuan malam di warung-warung itu mayoritas merupakan warga Jember. “Banyak (pria, Red) yang datang. Kadang warga sini, kadang orang luar," ucapnya.

Dalam kesehariannya, perempuan ini merupakan penjual kopi. Namun, ketika datang pria, dia sesekali menggoda sekaligus menawarkan diri. "Cukup Rp 150 ribu saja, kalau dengan hotelnya bisa Rp 200 ribu," ujarnya. Jika ada yang tertarik, maka banyak dari mereka yang memanfaatkan hotel atau penginapan terdekat.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, di sekitar Jatian bahkan sudah ada yang menyediakan kamar, sehingga tak perlu mencari hotel atau penginapan. Namun, sebagian besar pemilik warung memilih tidak menyediakan karena menilai tidak pantas. “Tapi, kalau sampai seperti itu kurang pantas. Lebih baik di hotel saja," timpal perempuan lainnya.

Sementara itu, di kawasan itu diakui sejumlah perempuan jarang dikontrol. Termasuk, jarang dilakukan kontrol kesehatan oleh petugas medis. “Kalau di sini aman, karena banyak yang menjual kopi. Ada juga yang menyediakan perempuan,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah PSK di sekitar lokasi sering periksa atau ada petugas yang memeriksa, perempuan itu menyebut, pernah sesekali ada pemeriksaan. “Dulu ada, tetapi sudah beberapa lama tidak ada lagi,” imbuhnya.

Tak lama setelah itu, ada seorang pria yang juga datang. Seketika, dia menawarkan apakah butuh satu ada dua perempuan. Pria itu pun mempersilakan agar melihat perempuan yang ada di warung kopinya. "Di sini aman, bisa langsung dibawa," jelasnya.

Mengenai urusan kesehatan, baik perempuan maupun laki-laki di sana mengaku kadang-kadang ada petugas yang datang. “Sosialisasi dan pengecekan kesehatan ada, tetapi tidak sering. Kadang tiga bulan, kadang enam bulan,” ujarnya. (mg5/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #PSK