Baca Juga : Sopir Truk Buah asal Lumajang Mati Mendadak di Jember, Ini Penyebabnya
Penitipan kendaraan yang sampai satu setengah tahun ini terjadi di dekat Terminal Tawang Alun Jember. Khairudin, pemilik tempat penitipan motor, menceritakan perihal itu karena menjadi yang terlama di tempatnya.
Khairudin menyebut, orang yang menitipkan motornya adalah warga Jember saja. Satu setengah tahun yang lalu, sang penitip motor berangkat ke Bali untuk bekerja. Nah, lantaran pandemi korona, sang pemilik pun tidak bisa pulang sampai waktu yang lama.
"Dia asli Jember. Ditinggal kerja di Bali dan sepedanya dititipkan di tempat saya sampai satu setengah tahun," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.
Tempat penitipan sepeda motor dekat Terminal Tawang Alun ini memang menjadi salah satu alternatif warga. Lantaran waktunya sudah terlalu lama, Khairudin memberikan tarif di luar biaya penitipan normal. Dia menyebut, tarif normal untuk sepeda motor per harinya adalah sebesar Rp 5 Ribu. "Saya suruh dia (pemilik motor, Red) bayar semampunya saja," jelasnya, karena iba. Pemilik motor yang tak disebutkan namanya itu kemudian membayar biaya jasa penitipan motor sebesar Rp 1 juta.
Sementara itu, Khairudin menyampaikan, kendaraan yang dititipkan dalam jangka waktu lama dirawat olehnya. Apalagi, di tempat ini sudah biasa melakukan perawatan ringan bagi kendaraan yang dititipkan satu minggu ataupun sebulan. Nah, selama satu setengah tahun, Khairudin mengaku juga merawatnya. “Setiap hari, motor dipanaskan agar tidak rusak,” ulasnya.
Diakuinya, selama ini di tempatnya banyak pekerja, baik asli Jember maupun luar daerah, yang titip kendaraan kepadanya. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang menggunakan jasa angkutan bus di Terminal Tawang Alun. Termasuk juga beberapa motor milik pemudik saat Lebaran. "Selain satu motor itu, yang paling lama titip paling setengah sampai satu bulan saja," ujarnya. (mg8/c2/nur) Editor : Safitri