Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Satria Antasena Atlet Tinju Jember, Jadi Pengasuh Panti Anak Telantar

Safitri • Rabu, 9 Februari 2022 | 21:43 WIB
LATIHAN: Satria Antasena ketika membimbing anak-anak berlatih tinju di Fair Course, kompleks Perumahan Tegal Besar.
LATIHAN: Satria Antasena ketika membimbing anak-anak berlatih tinju di Fair Course, kompleks Perumahan Tegal Besar.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Nama Satria Antasena sudah tidak asing lagi di dunia olahraga Kabupaten Jember. Dia adalah atlet tinju asli Jember yang kerap menyabet penghargaan. Petinju kelas bulu yang juga pernah bertanding di kelas berat ringan ini sekarang mulai disibukkan dengan kegiatan mengajar.

Sejak 2015 silam, laki-laki yang akrab disapa Holil ini mulai mengabdikan diri pada dunia pendidikan. Ia dan istrinya membangun sebuah rumah untuk menampung anak-anak yang telantar karena broken home ataupun anak-anak dengan kondisi finansial keluarga yang tidak baik. Untuk kemudian diberikan akses pendidikan yang layak. Program ini dinamai Fair Course, program yang memberikan bimbingan belajar siswa sampai perawatan anak-anak yang telantar. Tidak ada pungutan biaya untuk mengikuti program ini.

Niat ini tebersit ketika ia melihat kondisi keluarganya yang minim pendidikan. Hampir 70 persen keluarganya tidak menempuh jenjang pendidikan. Ditambah lagi, mayoritas anak-anak di lingkungannya tinggal tidak sekolah. Sebabnya, orang tua yang kurang peduli pada pendidikan, ada pula karena anak-anak itu terlahir dari keluarga broken home.

“Hampir 70 persen keluarga saya gak sekolah. Gak bisa baca tulis,” kata laki-laki kelahiran Rembangan ini, Selasa (8/2).

Gayung bersambut. Sebanyak 70 anak mulai berbondong-bondong untuk mengikuti program Fair Course milik Holil. Mereka kebanyakan dari kalangan keluarga kurang mampu. “Yang gak sekolah ya disekolahkan. Setelah sekolah, kami bikin program belajar yang menyenangkan, belajar mengaji, olahraga, dan lainnya,” tutur laki-laki yang tinggal di Tegal Besar itu.

Program ini pun berkembang pesat. Hingga pada 2019, Holil dan istrinya membuka cabang kedua Fair Course di Perumahan Tegal Besar. Di sana terdapat 23 anak yang ditampung. Kini, anak-anak itu tidak hanya dari Jember. Namun, juga ada dari berbagai kabupaten di luar Jember.

“Kadang ada orang tua yang menyerahkan. Kami tidak membatasi anak ini mau diambil kapan. Mau dijenguk kapan. Kalau orang tuanya mau mengambil, ya ambil saja. Kalau tidak, kami akan menyekolahkan setinggi-tingginya,” jelasnya.

Sejak berdirinya program Fair Course ini, Holil tidak mempersiapkan begitu banyak modal materi. Misinya hanya untuk mendapatkan ketenangan dan lebih bermanfaat bagi orang lain. “Pokoknya niat yakin,” ungkapnya lagi.

Sa banyaknya anak yang ditampung di rumahnya, kadang Holil dan istrinya sampai menginap di rumah mertua. Hal ini karena luas ruangan yang minim. “Karena di dalam sudah penuh. Jadinya, ya, kami menginap di rumah mertua,” ungkapnya.

Ia berharap, kelak program Fair Course miliknya itu dapat menampung lebih banyak anak telantar. Tidak hanya di Jember, namun juga di luar Jember. Tak hanya itu, ia juga berharap bisa menampung para orang tua telantar. “Orang tua telantar yang sekarang masih bekerja. Itu sudah tidak layak untuk bekerja. Kasihan,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Nur Hariri Editor : Safitri
#Jember