Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi warga setempat, kemarin (16/11). Dedik Wahyudi, salah seorang warga perumahan elit, itu membenarkan adanya hal tersebut. Dia mengaku, hampir tiga tahun lamanya masalah aliran air tersebut terjadi. Dan, sudah beberapa kali pihaknya mencoba melaporkan kendala tersebut ke pengembang perumahan.
Warga Perumahan Bernady Land Jember, keluhan itu diterima dengan baik. Bahkan, juga direspons. Namun, respons itu disebutnya hanya semacam janji manis untuk sementara waktu menenangkan warga. "Sering sekali kalau menyampaikan keluhan itu. Terakhir saya laporan pada Minggu kemarin ini," ungkapnya melalui sambungan telepon.
Menurut dia, perumahan yang belum sepenuhnya dihuni tersebut terkadang juga bermasalah pada malam hari. Sekitar pukul 17.00 hingga bakda Isya, pasokan air juga tersendat. Dari tanggapan yang dia terima, kendala itu biasa terjadi, khususnya di klaster wilayah atas di Bernady Land Jember. "Itu belum sepenuhnya ditempati. Kalau semua rumah sudah terisi, beda lagi nanti ceritanya. Mungkin tidak ada air lagi di perumahan ini," keluhnya.
Sementara itu, Hengly, Estate Management Bernady Land Slawu Jember, menjelaskan bahwa pihaknya memang kerap mendapatkan komplain dari warga setempat. Khususnya, sejak tiga pekan lalu saat dimulainya musim hujan. Banyaknya komplain itu langsung disampaikan ke pihak PDAM Jember agar segera dilakukan perbaikan.
Dan tak lama usai laporan, kata dia, pihak PDAM Jember sudah melakukan upaya pelayanan dengan menyiapkan lima tangki tambahan yang digunakan pada pagi dan sore hari. Menurut dia, kondisi yang terjadi itu bisa disebabkan karena ketersediaan air di Jember belakangan ini menurun. "Dari PDAM Jember ada progresnya. Mulai pengecekan pipa air, pengecekan tekanan, pengecekan jaringan, sampai menyiapkan lima tangki tambahan untuk inject saat jam tertentu," tutur Hengly.
Lima tangki tersebut, memang belum sepenuhnya digunakan. Sebab masih dalam tahapan percobaan. Dengan demikian, dalam penggunaannya yang terbatas saat ini, masih dilakukan penyusunan sistem pengaturan. "Memang ini baru trial dan masih butuh sistem pengaturannya supaya bisa berjalan maksimal," imbuhnya.
Jauh berbeda dengan yang disampaikan Hengly, Direktur Utama PDAM Jember Syafii menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak Bernady Land Jember. namun, memang belakangan ini terjadi banyak kendala di lingkungan masyarakat pengguna PDAM, khususnya wilayah perumahan. Dan, Bernady Land Jember tidak termasuk di dalamnya. Menurut dia, laporan tersebut mungkin masih diterima oleh petugas bidang perbaikan filtrasi.
"Laporan bisa langsung ke petugas perbaikan filtrasi melalui call center. Mungkin, Bernady Land Jember sudah laporan ke sana. Cuma sekarang saya masih belum menerima laporan dari bidang filtrasi kalau Bernady Land juga bermasalah," katanya.
Laporan yang diterima dan sedang diperbaiki saat ini adalah Jalan Sumatera, Jalan Kalimantan, Perumahan Sumber Alam atau Jalan Jawa Asri, Jalan Bangka, Jalan Mastrip tepatnya perumahan Gumuk Kerang, Jalan Danau Toba atau Tawangmangu, Jalan Halmahera, Jalan Bengawan Solo, Jalan Brantas, dan Green Tegalgede Kabupaten Jember.
Reporter : Delfi Nihayah/Radar Jember
Fotografer : Delfi Nihayah/Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember Editor : Ivona