“Cenderamata pohon buah merupakan simbol persahabatan yang menyatu dengan semangat alam. Semangat yang senantiasa menebar kebaikan bagi kehidupan yang tiada berkesudahan,” tutur Nur Hadi dari komunitas Tanoker tersebut.
“Inspirasi menanam pohon ini guna mengisi kenormalan baru dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ungkapnya. Hal tersebut merupakan cara baru dari jihad pangan yang diinisiasi oleh Komunitas Tanoker, Kecamatan Ledokombo.
“Ini digunakan sebagai bentuk adaptasi dalam mengembangkan gaya hidup baru yang memuliakan kehidupan dalam keridaan ilahi,” papar pria yang juga PO Pangan Sehat Tanoker itu.
“Bersahabat dengan lingkungan dan hidup kembali ke alam (back to nature, Red) dengan mengoptimalkan pemanfaatan ruang dan lahan di sekitar permukiman serta halaman rumah sebagai apotek hidup,” ungkapnya. Hal tersebut juga dapat digunakan sebagai pesan kunci di tengah pandemi Covid-19 untuk hidup sehat dan masyarakat.
Sementara itu, Konsultan Pengembangan Kebun Pangan Sehat Keluarga Tanoker, Satria Wisada menyatakan, saat ini Tanoker tengah menggalakkan kegiatan menanam sayur-mayur, empon-empon, dan buah-buahan seperti duren, kelengkeng, alpukat, belimbing, dan srikaya jumbo. Penanaman tersebut dilaksanakan di 3 tempat, yakni Kecamatan Ledokombo, Sumberjambe, dan Ambulu.
Dengan memanfaatkan lahan dan ruang, menanam merupakan usaha mulia untuk mewujudkan kemakmuran di masa mendatang. Selain itu, dapat mempersembahkan sedekah oksigen yang sangat berguna bagi penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Tak ada teknologi apa pun yang dapat menggantikan efektivitas peran pohon dalam menyerap emisi untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim,” pungkasnya. Editor : Safitri