Jangan Cuma Modal Branding! Pengusaha Soroti Pentingnya Hilirisasi Kopi di Jember


Radar Jember - Sektor hulu hingga hilir kopi di Kabupaten Jember menyimpan potensi yang luar biasa besar.
Mulai dari luasnya lahan perkebunan, produktivitas petaninya, hingga menjamurnya kedai-kedai kopi lokal berkonsep modern yang digawangi oleh anak-anak muda, semuanya tumbuh secara stabil.
Meski demikian, geliat ekonomi kreatif dan agribisnis ini masih menyisakan pekerjaan rumah yang menuntut kehadiran nyata pemerintah.
Pengusaha sekaligus distributor kopi di Jember, Ide Bagus Rilo Pamuji, menilai bahwa Jember sebenarnya memiliki ekosistem kopi yang sangat lengkap. Dari sisi hulu, komunitas petani dan perkebunan kopi di wilayah ini sangat besar.
Baca Juga: Gotong Royong Umat dan Masayarakat, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Ambulu Jember Diresmikan!
Di tingkat hilir, tren pasar menunjukkan penerimaan yang konsisten, baik untuk produk populer seperti es kopi susu kekinian maupun manual brew dengan biji kopi single origin yang memiliki segmen tersendiri.
"Jember ini sebenarnya punya hulu-hilir yang sangat lengkap, Mas. Dari petaninya, perkebunan kopinya itu juga sangat besar sih," kata Bagus, saat dikonfirmasi, Jumat (30/10).
Menurut Bagus, gagasan branding "Jember Surga Kopi Indonesia" merupakan langkah positif yang patut didukung penuh.
Branding teritorial semacam ini dinilai krusial untuk mengangkat identitas kopi Jember di kancah nasional, sekaligus merawat ingatan kolektif masyarakat lokal terhadap kekayaan komoditas daerahnya sendiri.
Kendati demikian, Bagus menekankan bahwa narasi besar tersebut harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang berkelanjutan. Selama ini, tantangan terbesar berada di sektor hilirisasi dan penanganan pasca-panen di tingkat petani.
Di berbagai daerah, masih banyak petani yang mengolah hasil panen dengan cara-cara konvensional atau asalan. Akibatnya, mutu dan standarisasi biji kopi belum merata.



