Targetkan 100 Ton Kopi Robusta, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Genjot Produktivitas!


Radar Jember - Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, kopi menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan perusahaan selain karet.
Tanaman kopi tersebar di sejumlah lahan perkebunan yang dikelola perusahaan di beberapa kecamatan. Pengelolaannya dilakukan secara organik, tanpa menggunakan pestisida maupun bahan kimia lainnya.
Menurut Gogot, pengelolaan kopi dilakukan secara mandiri sejak tahap pembibitan hingga menjadi produk siap jual.
Baca Juga: Gotong Royong Umat dan Masayarakat, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Ambulu Jember Diresmikan!
Perusahaan telah memiliki mesin pengolahan sendiri untuk mendukung proses pascapanen, termasuk Mason Dryer yang digunakan untuk mengolah buah kopi menjadi bean. Setelah itu, biji kopi diproses menggunakan mesin roasting yang tersedia di pabrik.
“Mulai dari pembibitan, perawatan, pengolahan, pengepakan semua dilakukan secara mandiri. Karena kami sudah memiliki mesin pengolahan sendiri yang bisa memenuhi permintaan pasar,” jelasnya.
Dari proses tersebut, pihaknya menghasilkan sejumlah produk dengan kemasan dan jenis berbeda. Di antaranya kopi bubuk kemasan 150 gram, kopi saset 7 gram, serta roast bean kemasan 500 gram.
Perusahaan juga mengembangkan specialty robusta dan kopi lanang untuk menjangkau pasar penikmat kopi dengan kebutuhan yang beragam.
“Salah satunya mesin Mason (Mason Dryer) dari buah kopi yang sudah dipetik, menjadi bean dan termasuk kita produksi sendiri dengan mesin roasting yang ada di pabrik kami,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Nyoman Aribowo menyebut, produksi kopi tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 100 ton dari lima kebun yang dikelola.
Rerata dalam sehari, produksinya bisa mencapai 1-1,5 ton setiap kebun. Seluruh hasil panen jenis robusta tersebut diolah menjadi green bean atau kopi berasan sebelum dipasarkan.



