Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Targetkan 100 Ton Kopi Robusta, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Genjot Produktivitas!

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
(SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
(SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Advertisement

Radar Jember - Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, kopi menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan perusahaan selain karet.

Tanaman kopi tersebar di sejumlah lahan perkebunan yang dikelola perusahaan di beberapa kecamatan. Pengelolaannya dilakukan secara organik, tanpa menggunakan pestisida maupun bahan kimia lainnya.

Menurut Gogot, pengelolaan kopi dilakukan secara mandiri sejak tahap pembibitan hingga menjadi produk siap jual.

Perusahaan telah memiliki mesin pengolahan sendiri untuk mendukung proses pascapanen, termasuk Mason Dryer yang digunakan untuk mengolah buah kopi menjadi bean. Setelah itu, biji kopi diproses menggunakan mesin roasting yang tersedia di pabrik.

“Mulai dari pembibitan, perawatan, pengolahan, pengepakan semua dilakukan secara mandiri. Karena kami sudah memiliki mesin pengolahan sendiri yang bisa memenuhi permintaan pasar,” jelasnya.

Advertisement

Dari proses tersebut, pihaknya menghasilkan sejumlah produk dengan kemasan dan jenis berbeda. Di antaranya kopi bubuk kemasan 150 gram, kopi saset 7 gram, serta roast bean kemasan 500 gram.

Perusahaan juga mengembangkan specialty robusta dan kopi lanang untuk menjangkau pasar penikmat kopi dengan kebutuhan yang beragam.

“Salah satunya mesin Mason (Mason Dryer) dari buah kopi yang sudah dipetik, menjadi bean dan termasuk kita produksi sendiri dengan mesin roasting yang ada di pabrik kami,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Nyoman Aribowo menyebut, produksi kopi tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 100 ton dari lima kebun yang dikelola.

Rerata dalam sehari, produksinya bisa mencapai 1-1,5 ton setiap kebun. Seluruh hasil panen jenis robusta tersebut diolah menjadi green bean atau kopi berasan sebelum dipasarkan.

Advertisement
Editor : Imron Hidayatullahh

Artikel Terkait

Gotong Royong Umat dan Masyarakat, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Ambulu Jember Diresmikan!

Gotong Royong Umat dan Masyarakat, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Ambulu Jember Diresmikan!

Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Ambulu diresmikan oleh Uskup Malang dan Pemkab Jember sebagai simbol penguat iman, keberagaman, serta persaudaraan antarumat.

Adu Banteng Tiga Motor di Kalisat Jember! Satu Pelajar Tewas dan Dua Masuk Rumah Sakit

Adu Banteng Tiga Motor di Kalisat Jember! Satu Pelajar Tewas dan Dua Masuk Rumah Sakit

Kecelakaan beruntun tiga sepeda motor di Jalan Raya Sumberjeruk, Kalisat, Jember, menewaskan satu pelajar dan menyebabkan dua warga luka-luka usai motor oleng.

Kemarau Panjang Berlanjut, Ratusan Hektare Tanaman Kopi Robusta di Gumitir Jember Kering

Kemarau Panjang Berlanjut, Ratusan Hektare Tanaman Kopi Robusta di Gumitir Jember Kering

Akibat kemarau panjang ekstrem, tanaman kopi jenis robusta di kawasan perkebunan Gunung Gumitir Silo Jember mengalami kekeringan daun dan kerontokan buah muda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer