
Radar Jember – Empat rumah warga di Dusun Krajan, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, terancam terdampak longsor.
Dari empat rumah tersebut, hunian milik Holili menjadi yang paling berpotensi terdampak. Puluhan jiwa yang tinggal di empat rumah tersebut perlu mewaspadai kemungkinan longsor susulan.
Longsor terjadi dua kali pada Rabu (28/10), setelah hujan berlangsung sekitar 10 jam pada Selasa (27/10).
Hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, kemarin (29/10), menunjukkan, longsoran memiliki panjang 35,4 meter; lebar 13,5 meter; dan tinggi 12,4 meter.
Kondisi tanah masih rawan karena ditemukan retakan dan bagian tanah yang menggantung.
Selain rumah Holili, tiga hunian lain yang berpotensi terdampak masing-masing milik Ponaji, Mislan Hadi, dan Nimon.
Rumah Ponaji dihuni enam jiwa, rumah Mislan Hadi enam jiwa, sedangkan rumah Nimon dihuni tiga jiwa.
Sementara itu, Holili tinggal bersama tiga anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, total warga yang berpotensi terdampak mencapai 19 jiwa.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo menyebut, kondisi tanah di lokasi masih perlu diwaspadai karena berpotensi memicu longsor susulan. Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun.
“Setelah kami lakukan asesmen, masih ada bagian tanah yang retak dan menggantung. Ini bisa mengakibatkan longsor susulan,” terangnya.




