Kejar Target Bebas TBC, Dinkes Jember Pertajam Kompetensi Nakes Dan Screening Masif


Radar Jember - Pengawasan dan penanganan kasus tuberkulosis (TB) di Jember mulai menjadi fokus Pemkab Jember melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember.
Salah satu yang menjadi atensi ada pembekalan kompetensi tambahan untuk para nakes dari berbagai fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.
Pengelola Program TB Dinkes PPKB Jember, Darmawan Eka Pradana, menegaskan bahwa kemampuan penanganan teknis nakes menjadi kunci utama memutus rantai penularan TB.
Baca Juga: Griya Rowotamtu Indah: Perumahan Bunga Subsidi Pertama di Rambipuji Jember, Desainnya Mewah dan Lega
"Melalui kegiatan ini, kami berharap tenaga kesehatan semakin meningkatkan kemampuan dalam penemuan kasus, penegakan diagnosis, dan tindak lanjut pasien TB," katanya, dalam keterangan resminya, usai pelatihan intensif para nakes, di Hotel Luminor Jember, (22-23/10).
Sebelumnya, persoalan TB di Jember sempat mendapat atensi langsung dari pusat.
Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus, saat lawatannya ke Jember beberapa pekan lalu (24/7), sempat mengemukakan kondisi darurat kasus TB di tanah air, di peringkat kedua kasus TB tertinggi di dunia.
"Jika selama ini fokus mengobati yang sakit, sekarang kita lakukan screening masif," katanya.
Strategi penapisan masif dilakukan melalui pemeriksaan rontgen dada (X-ray) di 53.335 lokasi se-Indonesia.
Baca Juga: Sekolah Direvitalisasi, 203 Siswa SDN Jatiroto 02 Jember KBM di Madrasah dan Teras Masjid
Khusus di Jember, kata dia, pemeriksaan disebar di 228 lokasi fokus. Langkah ini ditujukan untuk melacak kontak erat (keluarga dan tetangga) dari pasien TB. Bagi warga yang terdeteksi TB namun belum ada gejala, diberikan obat Terapi Pencegahan TB.
"Kuman TB itu bisa 'nemplok' di tubuh dan baru membuat orang sakit satu atau dua tahun kemudian. Dengan obat pencegahan, kumannya langsung dimatikan di awal agar tidak jadi penularan," imbuh dia. (mau/dwi)



