Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dosen Hukum Pidana Unej Sarankan Pemilik Toko Emas Pasang Panic Button dan Ubah Rutinitas

Y
“Bisa pasang panic button seperti alarm jika terjadi sesuatu, maka itu akan memancing perhatian seseorang atau orang-orang yang ada di sekitar.”Firda Laily Mufid, S,H., M.H., Dosen Hukum Pidana Universitas Jember. (Firda Laily Mufid)
“Bisa pasang panic button seperti alarm jika terjadi sesuatu, maka itu akan memancing perhatian seseorang atau orang-orang yang ada di sekitar.” Firda Laily Mufid, S,H., M.H., Dosen Hukum Pidana Universitas Jember. (Firda Laily Mufid)

Advertisement

Radar Jember – Pengusaha toko emas perlu mengevaluasi rutinitas operasional dan menyiapkan tombol darurat untuk mengantisipasi kejahatan.

Perampokan Toko Emas Murni di Jalan Sultan Agung, Jember, pada Kamis (22/10) menjadi pengingat bahwa keamanan usaha perlu disiapkan sejak toko mulai beroperasi.

Dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Jember, Firda Laily Mufid, menjelaskan, kejadian tersebut dapat dikaji melalui routine activity theory dalam kriminologi.

Advertisement

Kebiasaan membuka toko pada jam yang sama berpotensi diketahui pihak lain, sehingga rutinitas perlu dievaluasi.

Menurutnya, penyesuaian jam buka bisa dipertimbangkan demi keamanan, meski tetap perlu memperhatikan kenyamanan pelanggan.

Advertisement

“Bisa diubah kebiasaannya. Mungkin biasanya membuka toko jam setengah delapan, nanti bisa diubah menjadi jam sembilan atau sepuluh,” jelas Firda. 

Selain mengubah pola operasional, pemilik toko juga dapat memasang panic button atau tombol darurat.

“Bisa pasang panic button seperti alarm jika terjadi sesuatu, maka itu akan memancing perhatian seseorang atau orang-orang yang ada di sekitar,” ujarnya.

Firda juga menyarankan agar kebiasaan membawa uang tunai atau barang berharga di tempat yang kurang aman dihindari.

Sementara itu, upaya pencegahan dapat diperkuat melalui patroli kepolisian pada pagi hingga siang hari, tidak hanya malam hari.

Advertisement

Artikel Terkait

Usai Wakil Ketua DPRD Jember Dijebloskan ke Lapas, Kini Kepala Dinas Aktif Jadi Tersangka

Usai Wakil Ketua DPRD Jember Dijebloskan ke Lapas, Kini Kepala Dinas Aktif Jadi Tersangka

Kasus dugaan korupsi dalam pengadaan makanan dan minuman untuk kegiatan Sosialisasi Program Pembentukan Peraturan Daerah (Sosperda) sedang diselidiki kembali oleh Kejaksaan Negeri Jember.  Pada hari Kamis (22/10/2026),

Pendiri Tanoker Tegaskan Sosialisasi Saja Tak Cukup untuk Cegah Pernikahan Anak di Jember

Pendiri Tanoker Tegaskan Sosialisasi Saja Tak Cukup untuk Cegah Pernikahan Anak di Jember

Pendiri Tanoker Farha Ciciek menilai upaya pencegahan pernikahan anak di Jember butuh ketegasan membatasi pintu dispensasi nikah dan praktik pernikahan siri.

Jalani Konseling di MPP Jember, Pemohon Dispensasi Kawin Disarankan Tunda Kehamilan

Jalani Konseling di MPP Jember, Pemohon Dispensasi Kawin Disarankan Tunda Kehamilan

Psikolog HIMPSI dan Dinsos PPPA Jember menyarankan pemohon dispensasi kawin di Mal Pelayanan Publik untuk menunda kehamilan dan fokus mengembangkan potensi diri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer