Melihat Layanan Kesehatan di Gerbong Kereta Api, Rail Clinic Layani USG di Stasiun Sempolan Jember


Radar Jember - Mengenakan pakaian dan kerudung cokelat, Winda melangkah menuju sebuah gerbong kereta yang berhenti di Stasiun Sempolan, kemarin (21/10).
Perempuan asal Desa Sempolan, Kecamatan Silo, itu datang dengan satu keinginan: memeriksakan kehamilannya yang telah memasuki usia tujuh bulan, sekaligus mencoba pengalaman USG gratis di dalam kereta.
Setelah mendaftar, Winda menunggu namanya dipanggil sebelum masuk ke ruang pemeriksaan. Tak perlu menunggu terlalu lama, ia langsung mendapatkan layanan USG dari tenaga medis yang bertugas.
Selama kehamilan, ia memang sudah memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit, tetapi layanan kesehatan di atas kereta menjadi pengalaman berbeda baginya. “Ingin mencoba periksa USG di atas kereta, bagaimana rasanya," ungkapnya.
Baca Juga: Motif Perampokan Toko Emas Murni Jember Terungkap: Dua Pelaku Ditangkap saat Kabur ke Luar Kota
Bagi Winda, pengalaman tersebut bukan hanya soal mencoba fasilitas yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ruang pemeriksaan yang nyaman dan alur pelayanan yang sederhana membuatnya merasa terbantu.
“Fasilitasnya bagus, nyaman, dan tidak ribet. Setelah mendaftar, langsung ditangani begitu dipanggil,” tutur bumil yang memasuki trimester ketiga tersebut.
Layanan yang dinikmati Winda merupakan bagian dari Rail Clinic generasi keempat milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Rangkaian ini terdiri atas empat gerbong, yakni dua gerbong untuk pelayanan kesehatan dan dua gerbong lainnya sebagai perpustakaan keliling atau Rail Library.
Fasilitas kesehatan mencakup ruang pemeriksaan umum, layanan gigi, kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan mata, laboratorium mini, elektrokardiogram (EKG), USG, hingga apotek.
Pelayanan di Stasiun Sempolan didukung 27 tenaga kesehatan (nakes) dan personel pendukung.
Mereka terdiri atas dua dokter spesialis kandungan atau obstetri dan ginekologi (obgyn), empat dokter umum, dua dokter gigi, empat bidan, dua apoteker, tujuh perawat, dua tenaga optik, dua pustakawan Rail Library, serta empat analis laboratorium.



