WFH ASN Dicabut, Pemkab Jember dan Pertamina Sebut Pasokan BBM Berangsur Aman


Radar Jember - Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan menyandera mobilitas masyarakat memaksa pemerintah dan otoritas terkait harus memutar otak untuk segera mencari jalan keluarnya.
Meski pemerintah daerah dan PT Pertamina Patra Niaga mengklaim situasi pasokan energi berangsur pulih dan kondisi telah terkendali, realitas di lapangan, antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jember.
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mengaku sempat berkoordinasi dengan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga untuk mencari alternatif pasokan dari luar wilayah demi menutup defisit di Jember.
Baca Juga: Pedagang Pasar Kalisat Kritis Soal Minta Foto KTP, Diskopumdag Jember Tegaskan Hanya Validasi Lapak
"Saya sempat komunikasi juga dengan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga. Saya menyampaikan kepada mereka bahwa di dapil kami, di Jember, ini sudah mulai kelangkaan kemarin sudah beberapa hari. 'Siap, Mas' kata dia, 'Nanti kita coba cari pasokan dari tempat lain'. Mudah-mudahan bisa segera teratasi," kata Kawendra, saat dikonfirmasi, Selasa (20/10),
Politikus Partai Gerindra ini juga mengakui bahwa jalur distribusi via Gumitir Jember, cukup rawan yang bisa memicu kepanikan pasokan, seiring dengan adanya keretakan ruas jalan di salah satu titik di jalur Gumitir.
"Sementara kan masih alternatifnya via darat sejauh ini, jadi belum ada alternatif lain. Jadi yang paling mungkin adalah kita lakukan mitigasi untuk jalan tersebut. Pokoknya doakan semua ikhtiarnya dilancarkan dan nanti saya koordinasi terus sama Gus Fawait (bupati Jember) juga," imbuh legislator Dapil Jember Lumajang itu.
Krisis pasokan yang sempat melumpuhkan aktivitas publik ini sebelumnya memaksa Pemkab Jember mengambil langkah drastis.
Para Aparatur Sipil Negara (ASN) sempat diminta menerapkan sistem bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) mulai Jumat hingga Senin sebelumnya demi menekan mobilitas di jalan raya. Setelah itu, WFH pun dicabut.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa kondisi ketersediaan BBM di wilayahnya kini diyakini telah aman.
Pasca-audiensi di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Selasa (20/10), ia menyebut, pengalaman menghadapi krisis serupa hingga empat kali menjadi pelajaran penting bagi sinergi antara pemerintah pusat, Pertamina, dan pemda.



