Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lestarikan Warisan Ulama Besuki: Perpus UIN KHAS Jember Digitalisasi Ratusan Naskah Kuno Langka

M Adhi Surya
Penulis: M Adhi Surya❯
KERJA KELOMPOK: Mahasiswa UIN KHAS Jember asik ngobrol di ruang perpus sembari melihat manuskrip kuno yang telah didigitalisasi oleh UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
KERJA KELOMPOK: Mahasiswa UIN KHAS Jember asik ngobrol di ruang perpus sembari melihat manuskrip kuno yang telah didigitalisasi oleh UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Advertisement

Radar Jember - Ratusan naskah kuno warisan ulama se eks Karesidenan Besuki kini dihidupkan kembali melalui digitalisasi di Perpustakaan UIN KHAS Jember. Manuskrip langka yang rentan rusak itu diselamatkan dan dibuka aksesnya bagi publik.

Udara dingin menyelimuti ruang koleksi langka di UPT Perpustakaan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Rak-rak penyimpanan tertata rapi tanpa debu, meski menyimpan manuskrip berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Naskah kuno yang dahulu hanya bisa dibuka secara terbatas kini hadir dalam versi digital, memungkinkan siapa saja mengaksesnya tanpa harus menyentuh lembar asli yang rapuh dimakan usia. Di ruangan itulah proses penyelamatan warisan intelektual lokal berlangsung.

Kepala UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember, Hafidz, mengatakan digitalisasi menjadi langkah penting agar manuskrip lama tidak hilang. Hal ini sebagai upaya melestarikan peninggalan pemikiran ulama dan masyarakat di wilayah se eks Karesidenan Besuki.

“Kami ingin naskah-naskah kuno ini tetap hidup dan bisa diakses lebih luas tanpa merusak dokumen aslinya,” ujarnya.

Advertisement

Ia menjelaskan setiap naskah dipindai menggunakan perangkat beresolusi tinggi dengan standar konservasi khusus. “Prosesnya tidak bisa sembarangan. Kondisi kertas sudah rapuh, jadi penanganannya harus sangat hati-hati,” tambahnya.

Menurut Hafidz, banyak manuskrip lama tersimpan di pesantren maupun koleksi pribadi masyarakat yang memiliki nilai sejarah tinggi. “Ini bukan sekadar dokumen lama, tetapi rekam jejak intelektual ulama di wilayah Besuki yang perlu dijaga bersama,” katanya.

Salah satu manuskrip yang tengah didigitalisasi berasal dari karya Kiai Sekar atau Kiai Muhtadin, yang dikenal sebagai Kiai Sekar Al Amri. Ulama tasawuf tersebut memiliki pengaruh besar dalam perkembangan keilmuan Islam di kawasan Tapal Kuda.

Keilmuan Kiai Sekar diakui banyak ulama besar, termasuk KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, yang disebut pernah berguru kepadanya. Hubungan keilmuan itu menjadi bagian penting sejarah tradisi pesantren di Nusantara.

Kisah tersebut pernah disampaikan langsung oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat menghadiri haul Kiai Sekar pada 2006 di Pondok Pesantren Al Amri, Leces. “Gus Dur menyampaikan langsung bahwa KH Hasyim Asy’ari pernah nyantri kepada Kiai Sekar,” ungkapnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Sanad Keilmuan Pengasuh Pesantren: Jejak Sejarah Dan Silsilah

Sanad Keilmuan Pengasuh Pesantren: Jejak Sejarah Dan Silsilah

Prof. Halim Soebahar mengulas pentingnya sanad keilmuan pesantren dan memaparkan silsilah penulisan kitab Shahih Bukhari serta Muslim milik KH Hasyim Asy'ari.

Tingkatkan Minat Baca Anak, Dispendik Jember Minta Sekolah Tata Perpustakaan Lebih Nyaman

Tingkatkan Minat Baca Anak, Dispendik Jember Minta Sekolah Tata Perpustakaan Lebih Nyaman

Dispendik dan Dispusip Jember mendorong setiap sekolah untuk memperkuat budaya literasi dengan menjadikan perpustakaan sebagai ruang baca yang nyaman dan menarik bagi siswa.

Gandeng LKBHI Tangani Kasus Dugaan Pemerkosaan, UIN KHAS Jember Langsung Sediakan Rumah Aman!

Gandeng LKBHI Tangani Kasus Dugaan Pemerkosaan, UIN KHAS Jember Langsung Sediakan Rumah Aman!

UIN KHAS Jember bergerak cepat menyediakan rumah aman, pendampingan psikologis, serta akademik bagi mahasiswa korban dugaan pemerkosaan melalui sinergi Satgas PPKS dan LKBHI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer