Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jembatan Patemon Kembali Berdiri: Gunakan Rangka Bekas Rel Kereta Api demi Konstruksi yang Lebih Kokoh

J
Penulis: Jumai RJ❯
LEBIH KOKOH: Jembatan di Dusun Krajan Selatan, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari yang sebelumnya putus kini sudah bisa dilalui kembali dengan konstruksi dari bekas jembatan rel kereta api. (JUMAI/RADAR JEMBER)
LEBIH KOKOH: Jembatan di Dusun Krajan Selatan, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari yang sebelumnya putus kini sudah bisa dilalui kembali dengan konstruksi dari bekas jembatan rel kereta api. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Advertisement

Radar Jember – Jembatan penghubung Dusun Krajan Selatan dan Dusun Kloncing, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, yang sempat putus akibat banjir pada Senin 15 Desember 2025 lalu, kini sudah bisa dilalui kembali oleh warga.

Jembatan tersebut sebelumnya putus akibat derasnya debit air Sungai Bedadung yang menggerus bagian fondasi.

Jembatan dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 1,2 meter itu tidak mampu menahan derasnya arus saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Akibatnya, warga Dusun Krajan Selatan yang hendak menuju Dusun Kloncing harus memutar dengan jarak yang lebih jauh.

Kini, kondisi tersebut telah teratasi. Jembatan yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga, telah diganti dengan konstruksi yang lebih kokoh dan lebih lebar.

Advertisement

Perbaikan dilakukan dengan memanfaatkan jembatan bekas rel kereta api yang sudah tidak digunakan. Struktur tersebut kemudian dipasang sebagai jembatan permanen di lokasi.

Kapolsek Pakusari, Iptu M. Yudhi, menjelaskan bahwa pemanfaatan jembatan bekas kereta api ini dilakukan karena bertepatan dengan adanya perbaikan jembatan jalur kereta api di sekitar lokasi.

“Alhamdulillah, warga yang biasa melintas, khususnya dari Dusun Krajan Selatan ke Dusun Kloncing, kini tidak perlu memutar lebih jauh lagi,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan rangka jembatan bekas kereta api membuat jembatan baru ini lebih kuat dan aman.

Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, untuk berhati-hati saat melintas.

Advertisement

Artikel Terkait

Atasi Pendangkalan Muara Bedadung, Pemkab Jember dan Nelayan Sepakat Pengerukan Dipercepat

Atasi Pendangkalan Muara Bedadung, Pemkab Jember dan Nelayan Sepakat Pengerukan Dipercepat

Pemerintah dan masyarakat nelayan Puger berkolaborasi melakukan pengerukan swadaya serta menyurvei lokasi muara Sungai Bedadung guna memperlancar alur pelayaran perahu.

Debit Air Menyusut Imbas Kemarau, Sungai Bedadung Jember Tampak Seperti Danau

Debit Air Menyusut Imbas Kemarau, Sungai Bedadung Jember Tampak Seperti Danau

Kemarau panjang menyebabkan debit air Sungai Bedadung Jember menyusut hingga membentuk genangan air kehijauan yang tampak menyerupai danau-danau kecil.

Pulihkan Ekosistem Sungai Bedadung Jember, Ratusan Peserta Angkut Sampah dan Tebar Ikan

Pulihkan Ekosistem Sungai Bedadung Jember, Ratusan Peserta Angkut Sampah dan Tebar Ikan

Ikasmasa Jember bersama BPBD menggelar aksi bersih-bersih Sungai Bedadung di kawasan Semanggi serta menebar 5.000 benih ikan demi memulihkan ekosistem sungai.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer