Solusi Macet Mangli: Menteri PU Restui Pembangunan Flyover 1,1 KM dengan Estimasi Rp 800 Miliar


Radar Jember - Kemacetan di Simpang Empat Mangli, Kecamatan Kaliwates, sudah lama menjadi “simpul kusut” lalu lintas di Jember. Arus kendaraan dari arah barat, selatan, kota, hingga utara bertemu dalam satu titik yang sama setiap hari.
Kondisi itu bukan hanya membuat perjalanan warga tersendat, tetapi juga dinilai bisa memengaruhi minat investasi ke Jember.
Rencana pembangunan jalan layang atau flyover di kawasan tersebut pun kembali menguat. Hal itu mengemuka saat Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Jember dan meninjau langsung lokasi rencana pembangunan.
Dalam kesempatan itu, ia menyebut usulan pembangunan flyover berasal dari pemerintah daerah. “Ada usulan dari Pak Bupati untuk membangun flyover. Sebetulnya kalau dari hitungan kami antara perlu dan tidak perlu,” katanya saat mengunjungi Jember, Minggu (22/2).
Secara teknis, Kementerian PU menilai kepadatan kendaraan di Simpang Empat Mangli sebenarnya masih bisa diatur melalui rekayasa lalu lintas. Namun proyeksi pertumbuhan kawasan industri di Jember membuat kebutuhan infrastruktur baru menjadi pertimbangan.
“Sebetulnya simpang ini masih bisa diatur supaya tidak terlalu ramai. Tapi sudahlah, Pak Bupati jauh lebih tahu apa yang terbaik bagi rakyatnya,” terang Dody.
Menurutnya, rencana pembangunan flyover juga berkaitan dengan arah pembangunan daerah yang ingin mendorong industrialisasi.
Baca Juga: Warga Bondowoso yang Hendak Mudik Ada Pelayanan Gratis Penitipan Kendaraan di Polres dan Polsek
Infrastruktur jalan yang memadai dinilai penting untuk memperlancar distribusi barang, mengingat Jember tidak memiliki pelabuhan.
“Makanya saya sarankan ke Pak Bupati kalau mau bangun flyover, yang panjang sekalian, sekiranya dua puluh tahun mendatang masih aman,” ujarnya.
Rencana awal, flyover Mangli akan dibangun dengan empat jalur agar kapasitasnya cukup untuk jangka panjang. Jika hanya dua jalur, kepadatan kendaraan dikhawatirkan akan kembali terjadi dalam waktu singkat.



