Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasca Banjir, Aspal Jalan Desa di Ambulu Jember Kini Kondisinya Mrotol

J
Penulis: Jumai RJ❯

TINGGAL BATU: Kondisi jalan desa yang menghubungkan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu dengan Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, kemarin (20/1). Jalan penghubung dua desa tersebut menyisakan bebatuan setela
TINGGAL BATU: Kondisi jalan desa yang menghubungkan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu dengan Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, kemarin (20/1). Jalan penghubung dua desa tersebut menyisakan bebatuan setela
 


Advertisement

SUMBEREJO, Radar Jember – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jember bagian Selatan, pada pekan kemarin memicu dampak luas.

Selain merendam permukiman dan lahan pertanian, banjir musiman juga merusak infrastruktur jalan penghubung antar-desa.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (20/1) kerusakan terparah terlihat pada akses jalan aspal yang menghubungkan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, dengan Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan.

Advertisement

Luapan air yang merendam wilayah tersebut membuat lapisan aspal mengelupas dan hanyut terbawa arus, hingga hanya menyisakan tatanan batu dasar.

Kerusakan jalan ini menjadi pukulan berat bagi warga. Pasalnya, jalur yang membelah kawasan persawahan tersebut merupakan akses alternatif utama bagi warga Sumberejo yang hendak menuju Kecamatan Puger, maupun sebaliknya.

"Ada beberapa titik jalan aspal yang hancur total akibat banjir. Kalau tidak segera diperbaiki, kerusakannya akan semakin parah," ungkap Sugiyono, warga Desa Sumberejo.

Advertisement

Menurutnya, jalan tersebut memiliki peran vital bagi mobilitas harian warga. Selain jalur ekonomi bagi petani untuk mengangkut hasil panen, jalan itu juga menjadi rute utama siswa yang berangkat sekolah.

Mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung sepanjang Januari hingga Februari, warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat.

Jika dibiarkan tanpa perbaikan, maka genangan air pada hujan berikutnya dikhawatirkan akan memutus total akses transportasi antar kecamatan tersebut.

Diketahui, banjir tersebut merendam ratusan rumah yang terjadi mulai Selasa (13/1) sore hingga Rabu (14/1) dan tinggi air hingga se pinggang orang dewasa.

Setidaknya ada sekitar 300 KK yang terdampak banjir di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Sedangkan, di Desa Ampel dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan banyak lahan pertanian terendam.

Sementara, Ahmad Makruf warga Wuluhan berharap banyak pemerintah desa ataupun Pemkab Jember bisa mengeluarkan dana darurat bencana untuk perbaikan jalan rusak tersebut. Walau jalan itu sekelas jalan desa, tapi cukup penting warga.

“Kalau jalan rusak begitu, makin susah dan mahal biaya angkut hasil pertanian,” terangnya. (jum/dwi)

Advertisement
Editor : M. Ainul Budi

Artikel Terkait

Inflasi Tahunan Jember Terkoreksi 3,08 Persen, BPS Ungkap Dampak Kemarau Ekstrem

Inflasi Tahunan Jember Terkoreksi 3,08 Persen, BPS Ungkap Dampak Kemarau Ekstrem

Fenomena iklim tersebut memaksa sejumlah komoditas pertanian yang haus air mengalami penurunan suplai drastis di tingkat petani.

Pemkab Jember Buka Jalan Santri Berkarir ke Luar Negeri dengan Jaminan Gaji dan Penempatan Terbaik

Pemkab Jember Buka Jalan Santri Berkarir ke Luar Negeri dengan Jaminan Gaji dan Penempatan Terbaik

Seluruh proses pendaftaran dan penempatan ini dikoordinasikan langsung melalui pemerintah daerah dan Dinas Tenaga Kerja, sehingga para santri dan orang tua tidak perlu lagi khawatir terhadap keamanan dan legalitasnya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pemkab Jember Siapkan Program Usaha Produktif Sektor Perikanan

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pemkab Jember Siapkan Program Usaha Produktif Sektor Perikanan

ia memaparkan pentingnya pondok pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan moral, tetapi juga sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi kerakyatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer