Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jejak 130 Tahun Diaspora Jawa di New Caledonia: Catatan Dakwah Dosen UIN KHAS Jember dari Pasifik!

Imron Hidayatullahh • Selasa, 3 Maret 2026 | 07:00 WIB

PRASTASTI: Monumen Kedatangan Pertama Suku Jawa di New Caledonia. Wilayah otonomi khusus Prancis di Pasifik Selatan, sebelah timur Australia.
PRASTASTI: Monumen Kedatangan Pertama Suku Jawa di New Caledonia. Wilayah otonomi khusus Prancis di Pasifik Selatan, sebelah timur Australia.

Radar Jember - Banyak warga New Caledonia yang menjadi wilayah otonomi Prancis, fasih berbahasa Jawa. Tak hanya itu, tradisi Jawa juga banyak dilestarikan di sana.

Kok bisa? Padahal, jarak ibu kota Indonesia dengan ibu kota New Caledonia sekitar 4.100 atau 6.600 km.

Berikut kisah dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Nasirudin Al Ahsani, yang sedang menjalankan misi dakwah selama bulan Ramadan di sana.

Ribuan kilometer dari tanah air, gema bahasa Jawa terdengar lamat-lamat. Untaian kata-kata itu bersahutan bersama nyanyian lagu berbahasa Prancis.

Sekelompok warga di bawah langit cerah Noumea, ibu kota New Caledonia, terlihat sedang menggelar hajat. Mereka tampak riang gembira berkumpul di tanah lapang yang dipakai sebagai lokasi hajatan.

Hari itu, angin berembus membawa aroma lautan dan bunga-bunga persembahan. Ratusan warga keturunan Jawa berkumpul merayakan 130 tahun jejak leluhur mereka di tanah rantau.

Tepatnya ketika mereka pertama kali menginjakkan kaki di Kaledonia Baru yang kaya dengan tambang nikel.

Kaledonia Baru yang berada di kawasan Oseania bukan negara merdeka, melainkan wilayah Prancis dengan otonomi khusus. Letaknya di samudera Pasifik bagian barat daya.

Sekitar 1.200 km sebelah timur Australia. Kalau lihat di peta, keberadaannya ada di segitiga antara Australia di barat, Selandia baru di tenggara dan Vanuatu di timur laut.

Nasirudin yang merupakan Dai Ambassador Dompet Dhuafa, berkesempatan hadir di tengah-tengah warga keturunan Jawa.

Kebetulan hari itu mereka sedang menggelar acara peringatan 130 Tahun Komunitas Jawa di Kaledonia Baru.

Hati Nasirudin merasa terenyuh melihat potret panjang diaspora yang terus bertahan menjaga identitas dan budaya Jawa di ujung dunia.

Rangkaian bunga diletakkan perlahan di depan monumen peringatan yang membisu. Mengenang keringat, darah, dan air mata generasi pertama yang tiba sebagai pekerja kolonial.

Ya, merekalah cikal bakal yang melahirkan warga keturunan Jawa di Kaledonia Baru. Ketika mereka dibawa penjajah kolonial Belanda untuk dipekerjakan ke sana, akhirnya tak bisa kembali lagi ke kampung asalnya di Jawa.

Menurut cerita warga di Noumea, masa lalu leluhurnya amat kelam dan memilukan. Dulu, Ketika sakit kerap diperlakukan tak manusiawi oleh penjajah Belanda maupun Prancis di tanah asing ini.

Nasarudin Al Ahsani, Dosen UIN KHAS Jember yang menjalankan dakwah di New Caledonia.
Nasarudin Al Ahsani, Dosen UIN KHAS Jember yang menjalankan dakwah di New Caledonia.

Tak terhitung, para perantau asal berbagai daerah di Pulau Jawa itu yang tewas mengenaskan. Mereka yang masih tersisa di gugusan pulau di Melanesia ini akhirnya beranak pinak. Tentu setelah menikah dengan warga setempat.

“Itulah masa lalu nenek moyang Kami di sini. Mereka juga mewariskan budaya yang dibawa dari tanah Jawa. Identitas dan nilai-nilai Jawa itu yang kami upayakan untuk terus dipertahankan,” ujar  Sunoto Hadikusumo, salah satu warga keturunan Jawa yang datang mengikuti Peringatan 130 Tahun Komunitas Jawa kepada Nasirudin.

Sejarah pahit itu mengiris hati siapa saja yang mendengarnya. Namun, derita panjang itulah yang membentuk mental baja yang kini diwariskan kepada anak cucu.

“Kami, tak akan melupakan perjuangan nenek moyang hingga bisa ada di sini,” tambah Sunoto dengan bangga.

Untuk mengenang perjuangan leluhurnya, warga keturunan Jawa menggelar peringatan Peringatan 130 Tahun Komunitas Jawa.

Peringatan ini selain mempererat tali silaturahmi, juga untuk menguatkan identitas, ciri khas dan budaya Jawa yang telah dibawa oleh leluhurnya.  (dwi)

 

penulis: NASIRUDIN AL AHSANI

Editor : Imron Hidayatullahh
#kaledonia baru #UIN KHAS Jember #australia #jawa #dompet dhuafa #prancis #oseania